oleh

Pilkada Mabar, Golkar Usung Edi – Weng

DPP Partai Golkar menyerahkan SK dukungan kepada Edi – Weng

Jakarta, teras-ntt.com — Meski agak terlambat, Golkar akhirnya memastikan dukungannya mengusung paket Edistasius Endi – Yulianus Weng atau Edi – Weng dalam pertarungan pilkada di Manggarai Barat, 9 Desember 2020. Kepastian itu ditandai penyerahan SK dukungan disertai kelengkapan formulir B1 KWK di DPP Partai Golkar di Jakarta, Sabtu dan Minggu (30/8/2020).

Khusus blanko formulir B1 KWK diserahkan oleh Ketua Pemenangan Wilayah Bali, NTB dan NTT, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer kepada Edi – Weng, Minggu malam. Sumarjaya antara lain didampingi Wakil Sekjen Herman Hayon dan Ketua DPD 1 Golkar NTT, Melki Laka Lena. Selain untuk Edi – Weng, blanko B1 KWK juga diserahkan kepada seluruh paket pilkada kabupaten/kota Wilayah Bali (6 kabupate/kota) dan NTT (9 kabupaten termasuk Mabar).

Edi -Weng menang

Mengutip catatan tim pilkada DPP Partai Golkar, Melki Laka Lena optimis paket Edi – Weng bakal memenangi pertarungan pilkada Manggarai Barat. Rujukannya dari gambaran survei dengan margin of error 4,9 % terhadap paket Maria Geong – Sil Syukur atau Misi. Diakui paket Edi – Weng memang pada posisi kedua setelah Misi. Namun jika dicermati, elektabilitas keduanya sebebarnya bersaing ketat bahkan imbang karena masuk dalam range plus minus 4,9%.

Lalu masuknya Golkar mendukung Edi – Weng membuat peta paslon berubah karena ada tambahan dukungan yang signifikan baik dari faktor parpol maupun calon asal Golkar yg sudah berproses beberapa waktu ini.

” Peluang Edi Endi dan dokter Weng membesar dengan potensi angka tambahan dari dukungan dan tim Mateus Hamsi plus Blasius Jeramun ditambah lagi bergeraknya mesin Golkar di Mabar, NTT sampai pusat. Kendala soal hukum Edi Endi bisa diperdebatkan karen pro kontra dengan berbagai dasar aturan hukum. Tinggal kita jaga aspek politiknya agar KPUD dan Bawaslu tidak kerjain,” kata Melki Laka Lena.

Saat penyerahan dukungan DPP Partai Golkar ke paket Edi – Weng

Ia kembali menegaskan, walau berliku dan agak telat tapi putusan ke Edi Endi dan dokter Weng sudah yang paling baik dalam sikon dan dinamika saat di Mabar, NTT dan Jakarta,” tambah Melki Laka Lena.(*/mas)

Komentar

Berita Terbaru