Home Hukrim PHRI Bantu Pemprov NTT Atasi ODP Covid-19

PHRI Bantu Pemprov NTT Atasi ODP Covid-19

181
0
SHARE

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan pers di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT 

Kupang, teras-ntt.com — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT siap membantu pemerintah mengatasi ODP Covid-19 di Nusa Tenggara Timur. Organisasi yang dipimpin Freddy Ongko Saputra siap membantu apabila daya tampung OPD pada rumah sakit dan beberapa tempat yang disiapkan tidak mencukupi.

“ Kami siap menampung Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Provinsi NTT,” kata Ongko Saputra saat jumpa pers di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/03/2020).

Owner Hotel Ima Kupang ini mengaku, akibat penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT sebagian besar usaha-usaha hotel dan restoran yang tergabung dalam organisasi PHRI mengalami kerugian cukup besar.

“ Pergumulan para pengusaha hotel dan restoran di NTT saat ini adalah bagaimana mempertahankan operasional hotel dan restoran tanpa adanya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK bagi para karyawan,” ucap Freddy.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya berharap agar Pemerintah Provinsi NTT bisa membantu para pengusaha hotel dan restoran di NTT.

“ Bantu kami misalnya dibiaya operasional seperti listrik dan pajak,” ucap Freddy, berharap.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kesiapan pihak PHRI NTT yang bersedia menampung ODP jika kapasitas rumah sakit di NTT tidak mencukupi.

” Terima kasih kami sampaikan. Inilah wujud kepedulian yang nyata dari para pengurus PHRI NTT dalam menanggapi kejadian wabah Covid-19 di Provinsi NTT,” tandas Marius.

ODP Bertamba Jadi 165

Pada bagian lain, Marius juga mengupdate total jumlah ODP sebanyak 165 orang atau naik dari sebelumnya 130 ODP. Dengan sebaran sebagai berikut, Kota Kupang 33 orang, Lembata 5 orang, Manggarai Barat 21 orang, Kabupaten Kupang 4 orang, Sikka 18 orang, TTS 10 orang, Manggarai Timur 6 orang, Flores Timur 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 1 orang, Belu 10 orang, Sumba Barat Daya 13 orang, Ende 8 orang, Manggarai 6 orang, Rote Ndao 6 orang, Sumba Tengah 3 orang, dan Nagekeo 7 orang.

Karena itu, Marius mengimbau masyarakat NTT, khususnya mereka yang masuk dalam kategori ODP agar tetap mengikuti Social Distancing sebagaimana yang ditetapkan oleh WHO.

” Seperti menghindari kerumunan, meniadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan jalani isolasi mandiri di rumah, serta menjaga jarak per individu. Imbauan juga diberikan kepada para pejabat agar untuk sementara ini tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang,” ujar Marius sembari menyetir isi Maklumat Kapolri.

Disinggung soal rumors yang beredar adanya 1 orang Pasien Dalam Pengawasan atau PDP yang meninggal di Kabupaten Manggarai Barat, Marius menjelaskan yang bersangkutan negatif Covid-19.

“ Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan ucapan bela sungkawa bagi keluarga almarhum. Yang pasti orang yang meninggal tersebut berstatus PDP. Meninggal bukan karena positif Covid-19. Berdasarkan diagnosis dokter dari Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng yang menangani pasien tersebut, ternyata meninggal karena adanya komplikasi seperti jantung dan lain-lain,” ungkap Marius. (Valeri Guru Kasubag Pers/ m45)

Berikan Komentar Anda.