Home Daerah Siswa di Perbatasan RI-RDTL Tolak Zaskia Gotik jadi Duta Pancasila

Siswa di Perbatasan RI-RDTL Tolak Zaskia Gotik jadi Duta Pancasila

1190
0
SHARE
Foto : Yudith Taolin

KEFAMENANU, Terasntt.com —
Pedangdut Zaskia Gotik sedagai duta Pancasila mendapat kecaman dan ditolak ratusan siswa – siswi SD/SMP di wilayah perbatasan RI – RDTL. Ratusan generasi penerus bangsa yang ikut menjaga kedaulatan NKRI di garis perbatasan RI – RDTL menolak dengan alasan artis pemilik goyang itik ini telah menghina dan melecehkan lambang negara.

Bahkam para siswa ini tidak segan – segan meminta Presiden RI Joko Widodo menindaktegas sang artis ini.

Sikap generasi bangsa ini disampaikan usai upacara peringatan hari kesatian Pancasila yang berlangsung di SDN Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rabu (1/6/2016).

Zaskia Gotik dinobatkan sebagai Duta Pancasila oleh salah satu Pimpinan Partai Politik beberapa waktu lalu terus mendapat kecaman masyarakat, bukan hanya di tingkat nasional, namun penolakan juga terjadi di daerah perbatasan RI – RDTL oleh generasi muda penerus bangsa.

Para siswa yang melayangkan protes ini merasa lebih pintar dari artis Zaskia Gotik karena mamapu melafalkan lima sila Pancasila dan lambang dari setiap sila dengan baik dan benar.

Dua perwakilan siswa asal SMP Negeri Aplal Kecamatan Mutis, Herman Kolo dan Antonius Fomuki mewakili teman – temannya meminta Presiden RI Joko Widodo untuk menindak tegas artis Zaskia Gotik, pelaku penghinaan lambang negara.

“Kami generasi penerus yang ada di desa terpencil perbatasan dua negera, Indonesia dan Timor Leste sangat menghormati bangsa dan negara ini, tapi dia (Zaskia Gotik) telah melecehkan lambang negara Indonesia. Kami tidak setuju, dia dinobatkan sebagai Duta Pancasila. Harga diri bangsa kita diinjak – injak artis itu,” ujar Kolo.

Demikian juga, Fomuki meminta Presiden Jokowi untuk menindak tegas artis pemilik goyang itik itu.

“Bapak Presiden, tolong tindak tegas artis yang sudah menghina lambang negara kita. Kami sebagai generasi penerus di ujung negeri marah sekali dengan sikap artis itu. Jadi bapak presiden tolong tindak tegas artis itu,” pintanya.

Usai mengikuti upacara peringatan Kesaktian Pancasila, para siswa perbatasan yang berbaur dengan TNI di pos – pos perbatasan terus belajar menghafal pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia.

Pertunjukan sederhana itu, sebagai wujud kecintaan generasi penerus terhadap NKRI dan mendapat sambutan baik dari TNI di perbatasan.
Para siswa yang berhasil menyebutkan kelima sila dan lambangnya masing – masing dengan benar mendapat hadiah berupa buku tulis.

Sementara, Komandan Pos Manusasi Lettu Arm Yadiman dari Satuan Tugas pengamanan Perbatasan RI – RDTL Yonarmed 11 Kostrad dan Komandan Pos Oelbinose, Sertu Teni Rezza
tak bisa menolak kehadiran anak – anak sekolah yang sering belajar ke pos TNI.

Menurut kedua komandan pos ini, selain menjalankan tugas menjaga keamanan perbatasan, anak – anak yang adalah generasi penerus bangsa juga selalu diberi motivasi untuk tetap semangat belajar di sekolah, terlebih mencintaio bangsa dan negara Indonesia.

“Berbagai kegiatan yang kami lakukan, mulai dari perlombaan uji ketangkasan di sekolah – sekolah, pembagian seragam merah putih dan pembagian buku tulis dalam rangka memperingati Hari Kesaktian pancasila dang tujuan untuk menyemangati para siswa dalam menuntut ilmu,” ungkap Danpos Manusasi, Yadiman,

Dan dengan lomba menyebutkan pancasila dan lambang – lambangnya, Teni Rezza berharap generasi penerus yang ada di wilayah perbatasan tetap bangga memiliki bangsa Indonesia dan menjaga martabatnya.

“Sebagai anak bangsa, haruslah tetap bangga menjadi anak Indonesia dan harus tetap selalu menjaga martabar bangsa dan negara,” ujar Rezza.(dit)

Berikan Komentar Anda.