Home Humaniora Pererat Toleransi Antar Umat Beragama Lewat Seni Budaya

Pererat Toleransi Antar Umat Beragama Lewat Seni Budaya

977
0
SHARE
Foto : Herman Henuk

KUPANG, Terasntt.com – Toleransi antar umat beragama di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat tinggi. Hal ini menjadikan Kota Kupang sebagai barometer kerukunan dan icon nasional bagi kerukunan beragama.

salah satu pola mempererat toleransi di Kota Kupang ini melalui pentas seni budaya dari berbagai daerah dan terbukti saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Batuplat beberapa waktu lalui diawali dengan pengelaran seni budaya yang melibatkan berbagai suku dan agama.

Demikian disampaikan, Kaban Kesbangpol Kota Kupang, Erwan Fanggidae saat ditemui Terasntt.com diruang kerjanya, Rabu (11/5/2016).

Menurutnya seni budaya dapat digunakan sebagai alat perekat toleransi antar umat beragama di Kota Kupang.
” Seni budaya itu sangat penting dalam sebuah makna toleransi antar umat beragama. Kita memandang kebhinekaan sebagai kekayaan Indonesia dan untuk itu seni budaya semakin memperkaya makna toleransi antar umat beragama. Bayangkan betapa menarik dan indahnya kesenian budaya dari berbagai daerah ada dalam rangkaian kegiatan toleransi antar umat beragama. Saya berpandangan bahwa seni budaya itu sebagai alat perekat dan meningkatkan makna toleransi antar umat beragama di Kota Kupang,” katanya.
Fanggidae juga menganjurkan agar kehidupan seni budaya yang ada di Kota Kupang perlu di kembangkan melalui wadah seperti paguyuban, organisasi, OKP, sanggar dan komunitas tertentu sehingga pengembangannya dapat terlaksana secara baik, dan jika sudah di bentuk maka pengesahannya akan dilakukan oleh pihak kesbangpol Kota Kupang sebagai tanda legalitasnya, untuk keberlanjutannya kelompok-kelompok seni budaya ini akan disesuaikan dengan kegiatan atau program yang dilaksanakan oleh pihak Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Kupang guna melakukan pembinaan lebih lanjut.

” Kita pihak Kesbangpol Kota Kupang akan berupaya membantu pembentukan kelompok-kelompok seni budaya lewat pengesahan lembaganya baik berupa paguyuban, organisasi, OKP, sanggar dan komunitas tertentu agar mereka memiliki aspek legalitas. Juga perlu kita ketahui tujuan pembentukan kelompok-kelompok seni budaya tersebut agar mudah melakukan kontrol. Setelah itu kita berikan ke pihak Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Kupang untuk melakukan pembinaan lebih lanjut sesuai programnya,” ujarbya.

Fanggidae mengakui sebenarnya bidang kebudayaan ini adalah salah satu unit dari struktur organisasi Kesbangpol Kota Kupang, namun hingga saat ini belum dibentuk karena keterbatasan personil dan anggaran.

” Saya berjanji akan membentuk unit kebudayaan tersebut untuk memperlengkapi struktur organisasi. Terima kasih sudah mengingatkan saya tentang seni budaya. Sebenarnya di dalam struktur organisasi Kesbangpol Kota Kupang unit Kebudayaan itu ada, tapi keterbatasan personil dan anggaran sehingga belum terbentuk, tetapi saya berjanji ke depannya akan segera kita bentuk sebagai kelengkapan struktur organisasi kita,” tegasnya.(her)

Berikan Komentar Anda.