oleh

Pengurus Gereja Sesalkan Sikap Rutan Kupang, Tak Damipingi Jenazah Tahanan

KUPANG, TN — Pengurus Gereja Petra Nonhonis SoE, kecewa dengan sikap Rutan kelas 2 B Kupang yang mengirim Jenasah tahanan, Goristo Saekoko tanpa pendamping. Saekoko adalah tahan kasus pemerkosaan yang dititipkan di Rutan Kupang sejak beberapa waktu lalu.
” Ada jemaat kami, Gereja Petra Nonohonis, Goristo Saekoko yang ditahan di rutan soe selama ini dalam kasus pemerkosaan, kemudian dia dipindahkan di rumah tahan (Rutan) Penfui Kupang. Kemuadian dia sakit dan dibawah ke RSU Kupang untuk berobat, namun pada hari Minggu tangal 19 Juli 2015 meninggal dunia. Jenasah dikirim ke SoE dengn ambulans pada hari Senin, 20 Juli 2015 dan tiba pukul 22.18 wita. Jenasah tidak didampingi pihak Ruta dan keluarga diminta tanggung biaya peti dan uang bensin. Kami sangat kecewa dengan sikap Rutan yang tidak mendampingi jenasah, juga meminta biaya dari pihak keluarga. Harusnya mereka datang untuk menjelaskan kronologi sakit yang diderita tahanan seperti apa,” tegas Okto Nabunome melalu SMS-nya kepada Terass NTT, Rabu (23/7/2015).
Kepala instalasi kamar mayar RSUD Kupang, Okto Boimau saat dikonfirmasi melalui ponselnya, mengaku telah mengirim jenasah Saekoko ke SoE menggunakan Ambulans milik RSU Kupang.
” Saat tahanan sakit pihak Rutan antar ke RSU untuk menjalani perawatan, namun meninggal dunia sehingga besama keluarga kami mengirimnya ke SoE . Pihak rutan hanya membeli pakaian sementara biaya peti sebesar Rp 1.850.000 dan uang transport sopir Ambulans Rp 300.000 dibebankan kepada keluarga,” katanya.
Sementara Kepala Rutas hendak dikonfirmasi di kantornya, tidak berada ditempat.
” Sementara ini Kepala Rutan masih liburan Lebaran, wakilnya juga sementara ada keluar. Tadi kami sudah menghubungi beliau melalui ponselnya, katanya bisa bertemu pada hari Jumat (24/4/2015). Itu juga belum bisa dipastikan, kedepan seperti apa,” kata pentugas Rutan, Jemmy kepada sejumlah awak media.(mas)

Komentar