oleh

Pengelolaan DD Lewoingu Diduga Bermasalah, Realisasi Nol, Pencairan Dana 100 Persen

Pengelolaan DD Lewoingu Diduga Bermasalah, Realisasi Nol, Pencairan Dana 100 Persen

Larantuka, tersa-ntt.com — Informasi dan data yang diperoleh wartawan, pengelolaan sejumlah anggaran Dana Desa Lewoingu di Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur sejak Tahun 2018 – 2021 awal diduga bermasalah. Realisasi fisik Nol sementara pencairan dana 100 persen.

Dari data dan dokumen yang diperoleh tim, diketahui ada belanja modal berupa mebel dan aksesoris untuk Polindes tahun 2018 sebesar Rp 2.500.000 dengan kode rekening 2.2.01 dan dianggarkan kembali pada Tahun 2019 dengan kode rekening 2.2.01.5.3.2.4.

Selain itu ada belanja modal pemasangan jaringan listrik dan aksesoris sebesar Rp 3.500.000 dengan kode rekening 2.2.02.5.3. 

Demikian juga ada belanja modal pengadaan peralatan elektronik dan studio sebesar Rp 2.500.000 dengan kode rekening 2.2.02.5.3.2.2. Dan belanja modal khusus alat kesehatan sebesar Rp. 2.000.000 kode rekening 2.2.02.5.3.2.8 serta belanja pakaian dinas/seragam/atribut baju pengelola Polindes sebesar Rp 1.200.00. Diketahui realisasi fisik dari  semua item pekerjaan ini Nol persen sementara pencairan dana 100 persen.

Demikian hal ini juga diungkap ketua kader Posyandu setempat, Rozadalima Bongi Angin saat ditemui di kediamannya, Rabu (17/3/2021).

Ia juga mengakui, bahwa benar ada dana untuk posyandu sejak tahun 2018 hingga awal 2021 dianggarkan oleh pemerintah Desa Lewoingu, namun tidak direalisasikan sementara pencarian dana 100%.

Pada tempat berbeda, ketua BPD Karolus Asan juga mengakui hal tersebut. ” Ya… memang benar apa yang dikatakan ibu Rosadalima  selaku ketua kader posyandu, dan saya juga selaku ketua BPD sudah memberikan peringatan berulang kali kepada pemerintah desa agar tertib dalam mengelolah keuangan desa dan apa yang sudah dianggarkan harus direalisasikan sesuai posnya,” ujar Asan 

Sementara kades antar waktu Lambertus L.  Kumaniren ketika dihubungi wartawan via telepon, tidak menanggapi dan meminta agar berkoordinasi dengan sekretaris desa.

” Terkait dengan persoalan ini coba langsung koordinasi dengan sekretaris saya Andreas Aneng Hayong,” kata Lambertus.

Hingga berita ini diturunkan, Andreas Aneng Hayong yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak digubris, pesannya dibuka dan dibaca namun tidak dibalas.(glh/tim)

Dari data dan dokumen yang diperoleh tim, diketahui ada belanja modal berupa mebel dan aksesoris untuk Polindes tahun 2018 sebesar Rp 2.500.000 dengan kode rekening 2.2.01 dan dianggarkan kembali pada Tahun 2019 dengan kode rekening 2.2.01.5.3.2.4.

Selain itu ada belanja modal pemasangan jaringan listrik dan aksesoris sebesar Rp 3.500.000 dengan kode rekening 2.2.02.5.3. 

Demikian juga ada belanja modal pengadaan peralatan elektronik dan studio sebesar Rp 2.500.000 dengan kode rekening 2.2.02.5.3.2.2. Dan belanja modal khusus alat kesehatan sebesar Rp. 2.000.000 kode rekening 2.2.02.5.3.2.8 serta belanja pakaian dinas/seragam/atribut baju pengelola Polindes sebesar Rp 1.200.00. Diketahui realisasi fisik dari  semua item pekerjaan ini Nol persen sementara pencairan dana 100 persen.

Komentar