Home Daerah Pendeta dan Kades Di TTS Bicara Corona, Ini Himbauan Mereka

Pendeta dan Kades Di TTS Bicara Corona, Ini Himbauan Mereka

1315
0
SHARE

Pdt. Deby Sodakain S.Th dan Gusty Fallo

Soe, teras-ntt.com — Virus Corona menjadi perhatian serius semua pihak, bahkan pemerintah berbagai daerah mengeluarkan edaran kepada sekolah untuk belajar di rumah dan masyarakat diminta untuk menghindari perkumpulan masa. Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Hal ini tak luput juga dari perhatian pemuka agama dan juga pemimpin di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Adalah Pendeta Deby Sodakain S.Th kepada teras-ntt.com, Rabu (18/3/2020) mengatakan Virus corona membuat dunia ketakutan akan bahayanya, Indonesia juga sudah terinveksi virus itu. Libur menjadi salah satu cara untuk tidak tertularnya virus ini kepada org lain.
Ia lantas mengutip Firman Tuhan minggu lalu (Mat.26:36-46) yang mengajak umat untuk belajar dari Yesus bagaimana menghadapi ujian dan cobaan dalam hidup.

” Yesus mengajak kita untuk tidak tidur seperti murid – muridNya tapi berjaga – jaga & berdoa karena Yesus juga merasakan hal sebagai manusia biasa,”ujarnya

Bahkan kata pendeta di Klasis Mollo Barat ini, Yesus juga sedih dan mau mati rasanya hingga tiga kali berdoa. Itu pertanda, bahwa Yesus dengan serius menggumuli pergumulanNya. Untuk itu kita yakini bahwa hanya doalah yang membawa kita untuk tidak jatuh ke dalam pencobaan.

” Karena itu saya mengajak kita untuk terus berdoa untuk bangsa kita, kota, keluarga bahkan diri kita agar kita mampu melewati apa yg sedang terjadi di bangsa ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo Kabupaten TTS Gusty Fallo mengatakan, Corona adalah isu global sehingga ia menghimbau kepada masyarakat desa Kaeneno agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk mewaspadai penyebaran virus corono.

Masyarakat juga katanya sesuai himbauan pemerintah agar kurangi perkumpulan dalam jumlah yang banyak serta menjaga jarak masyarakat harus menggunakan masker mulut.

” Harus batasi bersalaman atau berciuman untuk sementar waktu karena selain himbauan pemerintah juga kami jauh dari akses kesehatan,” ujarnya.

Kades juga menegasan kepada semua RT dan tokoh adat serta tokoh masyarakat, jika ada orang baru datang berkunjung ke desa harus melaporkan diri ke pemerintah desa agar bisa melihat identitas.(sys)

Berikan Komentar Anda.