oleh

Pemkot Terima Kucuran Dana Rp 235 Miliyar

KUPANG, Terasntt.com –Pemerintah Kota Kupang menerima kuncuran dana APBN dan APBD NTT sebesar Rp.235 millyar. Dana tersebut untuk penataan infrastruktur jalan drainase, air bersih dan penataan 10 kawasan kumuh dalam Kota Kupang.
Dana tersebut dibeberkan dalam rapat koordinasi sinkronisasi program dan kegiatan bidang pekerjaan umum antara Dinas PU Provinsi NTT dan Pemkot Kupang tahun 2015 di Hotel On The Rock Kupang, Selasa (22/9/2015).
Kepala Dinas PU Provinsi NTT, Andre Kore, mengatakan Kota Kupang adalah ibu Kota Provinsi, yang menjadi wajah NTT mendapat perhatian serius dalam membenahi semua kekurangan dibidang infarstruktur .
Untuk itu, lanjut dia Pemerintah Provinsi NTT dan kota Kupang perlu melakukan terobosan dalam rangka penataan infrastruktur, baik jalan, drainase, penanganan air bersih dan penataan wilayah kawasan kumuh.
“Kota Kupang menggambarkan wajah NTT, sehingga perlu diperhatikan dan ditata dengan baik, agar menjadi kota yang mempunyai bingkai dan brand yang bagus,” katanya.
Untuk menjawab itu, katanya tahun 2015 dialokasikan dana dari APBN dan APBD NTT sebesar Rp 235 miliyar untuk menunjang 4 item pembangunan dan penataan 10 kawasan kumuh yang telah ditetapkan oleh Pemkot Kupang, perbaikan/pembenahan infrastruktur jalan, penanganan air bersih dan drainase.
“Kita berharap tahun depan anggaran yang dialokasikan lebih banyak lagi, karena Kota ini adalah Ibu Kota Provinsi dan menjadi tanggungjawab Pemprov juga, sehingga rakor ini untuk sinkronkan program,” tegasnya.
Demikian juga disampaikan
Sekretaris PU Provinsi NTT, Yohanis Toby mengatakan, bahwa rapat koordinasi yang digelar itu untuk mencari solusi dalam rangka mensinkronkan program Pemrpov dan Pemkot. “Tahun ini ada 4 item pekerjaan yang dilakukan itu dan prioritas rencana tata civic center, karena itu kita minta keseriusan Pemkot agar implementasi program-program ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Diakuinya, ada beberapa proyek yang sampai sekarang terhambat akibat masalah lahan seperti rencana pembangunan bendungan kolhua, Jalan Franseda dan lainnya, karena itu diharapkan kerjasama untuk bisa mengatasi masalah lahan itu.
” Masalah kolhua, jalan Frans Seda sampai sekarang tidak selesai-selesai karena masalah lahan, padahal Pemprov dan Pemkot sudah siapkan anggaran ganti rugi. Apalagi soal Kolhua yang tadinya sudah dicoret, namun karena koordinasi yang baik sehingga di tahun 2016, APBN sudah memastikan pembangunan bendungan Kolhua. Makanya kita minta masyarakat paham, karena yang dikerjakan ini untuk kepentingan umum, jadi kalau ada kendala soal lahan harap diselesaikan,” katanya.
Sementara Kepala Bapeda kota Kupang, Elywairata mengatakan rakor yang digelar itu untuk mensinkronkan program kegiatan di Kota Kupang dibidang infrastruktur dan perumahan baik jalan, drainase, air bersih dan pengamanan pantai serta penataan 10 kawasan kumuh yang telah ditetapkan Pemkot Kupang. “Ini pertemuan awal, nanti ada pertemuan-pertemuan berikutnya yang difasilitasi oleh Dinas PU Provinsi. Jadi nanti tinggal kita sinkronkronkan saja,” katanya.
Dijelaskannya, bahwa penataan 10 kawasan kumuh di Kota Kupang akan ditangani secara periodek/bertahap dengan alokasi anggaran tahun 2015 dari APBN dan APBD Provinsi sebesar Rp 54 miliar dan untuk persoalan penanganan air bersih berkisar Rp 100 miliyar serta untuk infrastruktur jalan dari DAU di dinas PU Kota Kupang berkisar Rp 125 miliyar.
Walikota Kupang, Jonas Salean mengatakan bantuan anggaran sebesar itu baru pertama untuk kota Kupang sejak terbentuk. Dan itu merupakan kebijakan Gubernur NTT melalui satker-satker. Walikota mengaku bahwa selama ini sentuhan pembangunan infrastruktur di kota Kupang sangat minim padahal Kota Kupang merupakan ibu Kota, sehingga mulai tahun ini dan kedepan perhatian khusus untuk pembenahan dan pembangunan infrastruktur. “Makanya tadi rakor sinkron program di PU. Tahun ini memang banyak sekali anggaran khusus pembenahan infrastruktur Jalan, trotoar, taman dan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya bahwa sejumlah anggaran yang dialokasikan melalui APBN dan APBD Provinsi NTT itu sangatlah membantu pembangunan dan penataan di wilayah kota Kupang, namun tentunya pemkot Kupang juga tidak tinggal diam. Pemkot tidak hanya mengharapkan dana dari pusat dan provinsi, tapi sudah berbuat ini dibuktikan dengan mulai tahun ini ada peningkatan signifikan dibidang infrastuktur jalan yang dulunya hanya 18 kilometer setiap tahun, kini naik menjadi 70 kilometer.
“Tentunya kita juga tidak hanya tunggu dana dari sana, tapi juga telah mengambil inisiatif untuk perbaikan infrstruktur agar masyarakat bisa nyaman. Mari bentuk kota ini menjadi indah dan nyaman. Dan kedepannya kita akan terus kembangkan dan rakor seperti ini harus ditingkatkan,” pungkas Jonas.
Ditambahkannya, Dana sering dari Pemkot Kupang terkait penataan dan pembangunan di wilayah kota kupang pasti ada dan wajib. “Dan ini sudah direspon tinggal kita meminta yang kuranng-kurang karena memang PAD kita terbatas. Tapi minimal kita sudah tambah dana untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.(riflan)

Komentar