oleh

Pemkot Lauching E-PUPNS

KUPANG, Terasntt.com –Pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan kegiatan pemutakhiran data PNS yang dilakukan secara online. Secara nasional PNS wajib mendaftar kembali dan bagi mereka yang tidak mendaftar dianggap mengundurkan diri.
Demikian dikatakan Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu saat melouncing e-PU PNS di ruang BKD Kota Kupang, Rabu (2/9/2015).
Bernadus Benu mengatakan, bahwa Program e-PUPNS merupakan program wajib bagi PNS agar mendaftar kembali dengan tujuan untuk memperoleh data yang akurat, terpercaya, sebagai dasar kebutuhan dalam mengembangkan sistem informasi kepegawaian ASN yang mendukung pengelolaan manajemen ASN yang rasional sebagai sumber daya aparatur negara.
Selain itu, lanjutnya untuk membangun kepedulian dan kepemilikan PNS terhadap data kepegawaiannya.
” Sistem ini sangat efektif dan ini untuk mempermudah pendataan seluruh aspek identitas seorang PNS,” kata Benu.
Sementara Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD), Daud Djira mengatakan tujuan PU PNS selain menata kembali keadaan seluruh PNS di Indonesia khususnya di Kota Kupang, juga menata struktur organisasi dan kemampuan kepegawaian untuk melihat kedepan seperti apa mekanisme pembinaan pegawai.
“ PU PNS diharapkan dapat memberikan kepastian jumlah pegawai sesuai dengan kebutuhan pemerintah kota Kupang lebih khusus kebutuhan SKPD,” katanya.
Menurut dia, bagi PNS yang tidak melakukan pendaftaran ulang akan dikenakan sanksi diberhentikan.
“ Hasil PU PNS bisa langsung dientry sehingga PNS harus mengisi dengan benar datanya sehingga tidak terjadi kesalahan yang dapat merugikan PNS itu sendiri,” tegasnya.
Djira mengatakan, BKD telah membentuk tim sosialisasi dari sekarang hingga Bulan Desember. BKD juga telah memberi pelatihan admin dengan tujuan mengantisipasi masing-masing unit yang mengalami kendala dengan komputer akan di bantu oleh admin.
” Saat ini BKD menyiapkan 4 unit komputer khusus melayani pejabat eselon II sedangkan untuk PNS yang lain sudah ada admin di masing-masing unit. Jika ada masalah nanti baru dimonitor, karena hasil pendataan ini akan kita cek kembali apa sudah vailid atau belum, kalau sudah vailid/akurat baru akan kita teruskan ke BKN,” katanya.(Eja)

Komentar