by

Pemkab TTS Canangkan Tabungan Bambu bagi Warga

SOE, Terasntt.com — Salah satu cara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS) mengatasi pemborosan keuangan rumah tangga, dengan memcanangkan tabungan bambu. Masyarakat diajak untuk memiliki tambungan bambu agar bisa hidup hemat menyisikan sedikit uang untuk mengatasi kebututhan mendesak lainnya.

Tabungan bambu tak bedanya dengan celengan, yakni bambu dilubangkan agar bisa memasukan uang untuk doismpan. Uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti membiayai anak sekolah, kesehatan dan terutama untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Pencanangan Tabungan Bambu yang dilakukan belum lama ini oleh Bupati TTS Ir. Paul V.R Mella,M.Si bertempat di Desa Fatu Lunu, Kecamatan Amanatun Selatan yang masyarakat dan juga Wakil Bupati Drs. Obed Naitboho, M.Si, Ketua DPRD TTS Jean Neonufa, Wakil Ketua DPRD Imanuel Olin, Dandim 1621 TTS Letkol Erwin, Ketua Tim Penggerak PKK TTS, Ir. Rambu Atanau – Mella, Wakil Ketua Penggerak PPK, Margaritha Naitboho- Nokas, Para pimpinan SKPD, Camat, Kepala Desa, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Mella mengatakan, bahwa tujuan dari tabungan bambu untuk mengajarkan masyarakat TTS agar hidup hemat serta pemanfaatan uang yang didapat sesuai dengan kebutuhan dan sisanya disimpan di dalam bambu yang sudah di lubang dan dimanfaatkan pada situasi yang sangat mendesak, seperi biaya anak sekolah, kesehatan dan disimpan untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan.

” Gerakan tabungan bambu ini diharapakan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat TTS yang nantinya akan diteruskan dan dikawal oleh para aparat pemerintah desa,” katanya.

Gerakan tersebut, kata Mella lebih dititikberatkan peruntukannya pada pembayaran pajak bumi dan bangunan tahun 2017 sehingga warga wajib pajak bisa mengambil uang dari hasil tabungan bambu untuk membayar pajak tepat pada waktunya. Karena masih banyak warga wajib pajak yang belum melunasi PBB nya.

Khusus kepada masyarakat wajib pajak yang sudah melunasi tagihan PBB pada tahun 2016 Bupati Mella menyampaikan ucapan terima.

Dari data yang ada lanjut Bupati dua periode ini, ternyata desa-desa yang sudah 100% melunasi PBB adalah desa-desa yang berada jauh dari Kota SoE. Ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat di desa dalam membayar pajak jauh lebih baik dibandingkan dengan masyarakat yang ada di perkotaan.

Mella mengatakan, membayar pajak bumi dan bangunan merupaka suatu keharusan dan bersifat wajib, jika ada warga wajib pajak yang tidak membayar maka akan ada tindakan paksa untuk melunasinya.

Untuk itu, Mella berharap agar semua aparatur Pemerintah menjadi teladan yang baik dalam membayar PBB. Dan meminta kepada kepala desa, agar ada wajib pajak PNS yang belum membayar PBB yang berada dalam wilayahnya segera melaporkan kepada Bupati untuk ditindak lebih lanjut.

Sementara Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten TTS, Abba Anie,SH,M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa target Pajak Bumi dan Bangunan untuk tahun 2016 sebesar Rp 2,9 Milyar.

Hingga tanggal 9 Juni 2016 yang sudah terkumpulkan sebanyak Rp 1,5 milyar atau sudah 54,3%.
Menurutnya ada tiga kecamatan yang realisasi PBBnya mencapai 100 persen, yakni Kecamatan Noenana, Kecamatan Nunbena dan Kecamatan Kokbaun.

Sementara ada 5 kecamatan yang belum mencapai 40% masing – masing, Amanuban Tengah, Kota SoE, Amanatun Selatan, Mollo Selatan dan Kecamatan Kolbano. Sedangkan kecamatan lain masih dibawa 30 persen.(Advetorial/pol)

Comment

Berita Terbaru