oleh

Pemkab TTS, Ancam Cabut Penyertaan Modal di Bank Mandiri

SOE, Terasntt.com — Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) mengancam akan mencabut penyertaan modal pada Bank Mandiri. Bank tersebut tidak mengembalikan uang pemotongan deposito ke kas daerah.
” Ada menyertaan modal Pemda TTS untuk Bank Mandiri, BRI dan BNI’46. Yang sudah mengembalikan uang pemotongan hanya BRI dan BNI sementara Bank Mandiri belum,”kata Kepala Dinas PKAD, Yohanis Laos saat ditemui di pelataran gedung DPRD TTS, Rabu (16/9/2015).
Menurutnya, akibat Bank Mandiri tidak melakukan pemotongan uang deposit itu menjadi temuan BPK. Bank Mandiri dinilai cukup bandel karena hingga saat ini belum mengembalikannya.
Lebih lanjut, Laos menjelaskan bahwa terkait pengembalian uang pemotongan tersebut Pemkab sudah melayangkan surati berulang – kali ke Bank Mandiri sejak Februari 2015, agar segera mengembalikan uang pemotongan tersebut.
Namun surat itu diabaikan hingga saat ini.
” Kita sudah berulang kali surati bank Mandiri tapi tidak pernah mengindahkan untuk mengembalikan pemotongan yang mereka lakukan sendiri,” Katanya.
Menurut Laos, bahwa Bank Mandiri berkewajiban mengembalikan uang pemotongan sebanyak 55 juta, tapi sampai saat ini uang sebesar itu belum juga dikembalikan.
” Alasan mereka, bahwa pengembalian uang deposito itu harus diketahui Kantor Wilayah NTT di Kupang dan Pemkab TTS sudah menyampaikan hal tersebut. Kami sudah surati mereka dan Kantor Wilayah NTT, tapi tidak ada niat baik,”Katanya.
Laos, mengancam jika dalam bulan ini Bank Mandiri belum menyetor kembali uang pemotongan, maka selaku Kepala Dinas PKAD akan membuat telaan untuk mencabut penyertaan modal di bamk itu.
“Jika dalam bulan ini Bank Mandiri masih saja belum mau mengembalikan uang pemotongan maka saya akan buat telaan untuk cabut penyertaan modal karena tidak bisa ada kompromi lagi,” tegasnya.
Pada tempat berbeda, anggota DPRD TTS Ruba Banunaek, mengatakan, bahwa bank yang sudah melakukan pemotongan harus mengembalikan uang tersebut ke kas daerah.
” Tidak usaha membangun sejumlah argumentasi untuk menghindari pengembalian uang yang itu. Seharusnya uang itu dikembalikan karena uang itu milik rakyat, Bank seharusnya bersyukur kalau pemerintah daerah telah menyertakan modalnya,” tegas Banunaek.
Menurut dia, apabila bank tidak memiliki niat baik untuk mengembalikan, maka Pemkab TTS perlu mengambil sikap dengan memutuskan kerja sama dengan cara mencabut penyertaan modal.
” Pemerintah harus tegas kepada Bank Mandiri, jika bank tidak mengindahkan, cabut saja penyertaan modalnya,” tegasnya.(K2)

Komentar