Home Politik Pemkab Kupang diminta Fasilitasi Pengembangan Garam Lokal

Pemkab Kupang diminta Fasilitasi Pengembangan Garam Lokal

1143
0
SHARE
Foto : Liberano Mami

OELAMASI, Terasntt.com – Pemerintah Kabupaten Kupang melalui instansi terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang diingatkan agar mefasilitasi para petambak local untuk peningkatan produksi.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang, Daud Ulu kepada wartawan, Selasa (28/6/2016).

Politisi asal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini mengatakan, wilayah Kabupaten Kupang dengan garis pantai yang cukup panjang cukup potensial untuk pengembangan garam.

Pemkab Kupang kata Daud, perlu melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang cukup potensial untuk dikembangkan pertambakan garam.

“ Kalau PT. Garam sudah berinvestasi mengembangkan tambak garam di Bipolo, tugas pemerintah adalah melakukan maping (pemetaan) titik yang potensial dikembangkan garam sehingga rencana menjadikan kabupaten Kupang sebagai sentra produksi garam nasional harus benar-benar terwujud,” tandasnya.

Disamping itu lanjut pria yang sukses membangun Rumah aspirasi di daerah pemilihannya di Kecamatan Amfoang Tengah Kabupaten Kupang ini juga mengingatkan Pemkab Kupang agar memberdayakan petambak local di lokasi lainnya seperti petambak garam di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.

“Para petambak yang ada di sana perlu difasilitasi peralatan pendukung untuk peningkatan produksi. Kalau produksi naik maka para petambaknya sejahtera. Pembangunan Taman Eden bukan hanya di sector pertanian tapi juga kelautan,” ujarnya.

Diberitakan kemarin, sejumlah petambak garam tradisional yang beroperasi di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang mengeluhkan rendahnya tingkat produksi dan harga garam di wilayah itu.

Untuk peningkatan produksi, mereka engharapkan adanya bantuan modal usaha, peningkatan infrastruktur dan peralatan pendukung kerja untuk meningkatkan kualitas produksi.

Salah seorang petambak garam di RW.005 Kelurahan Merdeka, Paulus Tukan saat ditemui wartawan, Senin (27/6/2016) mengatakan, mereka telah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari tambak garam, namun produksi garam mereka tidak pernah mengalami perubahan.

“Kami menggantungkan hidup dari usaha tambak garam. Kondisi hidup tidak pernah berubah,”kata Paulus.

Diungkapkannya, sejumlah persoalan yang menimpa para petambak garam di lokasi itu yakni infrastruktur seperti sarana dan prasarana jalan menuju tempat usaha serta kesulitan mendapatkan modal dari pihak perbankan karena belum ada koperasi petambak garam yang dibentuk.

“Kadang-kadang kami tidak berdaulat untuk menentukan harga garam. Walaupun kami kerja cape-cape, tapi harga garam dihargai orang lain yang tentukan cuma Rp20.000 per karung 50 Kg,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan petambak lain, Ibrahim mengatakan, sejauh ini terdapat sejumlah bantuan yang digelontor pemerintah bagi petambak garam di wilayah tersebut namun dianggapnya belum tepat sasaran.

Pemerintah diharapkannya supaya membantu memberikan modal usaha dan geomembran atau terpal penampung air laut. Bantuan alat geomembran secara kualitas meningkatkan produksi dan kualitas garam terbaik.

“Kami berharap pemerintah memberikan dukungan modal usaha kepada petambak, dan bantuan garam berupa geomembran atau terpal penampungan air laut,” pintanya.(Parlemennews/bet)

Berikan Komentar Anda.