Home Humaniora Pemimpin Yang Baik Adalah Pemimpin Yang Berpihak Pada Kebenaran & Keadilan

Pemimpin Yang Baik Adalah Pemimpin Yang Berpihak Pada Kebenaran & Keadilan

293
0
SHARE

Oleh : Pdt Deby M Sodakain, S.Th

Soe, teras-ntt.com — Semua orang bisa menjadi pemimpin namun tidak semua pemimpin mempunyai keberanian mengambil keputusan yang benar.
Seorang pemimpin harus mempunyai integritas terutama etika dan moral.

Integritas yang dimiliki adalah integritas yang benar di hadapan Tuhan dan benar terhadap diri sendiri Yohanes 18:28-38a (Yesus dihadapan Pilatus) bercerita tentang seorang pemimpin yang tidak berani mengambil keputusan dalam kebenaran.Keputusan yang dilematis.

Di sisi yang pertama Pilatus harus memulihkan ketentraman dengan memerintahkan serdadu serdadunya bertindak sedangkan disisi yang lain Pilatus harus mengesampingkan tugas dan kewajibannya sebagai hakim.
Sehingga Pilatus memilih jalan yang kedua bahwa ia menyangkal keadilan dan kebenaran dengan menyangkal Yesus hanya untuk menyelamatkan kedudukannya sendiri.

Dalam kehidupan ini, Banyak orang yang mengalami penderitaan karena menjadi korban ketidakadilan hanya karena para pemimpin takluk kepada tekanan massa dan mengorbankan kebenaran.
Kekuasaan untuk melindungi orang -orang kecil digadaikan kepada pengadilan massa yang cenderung represif. Pilatus mewakili setiap orang yang kesetiaannya diletakkan pada kenyamanan diri dan kesejahteraan pribadi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu melindungi masyarakatnya dari berbagai ancaman dan bahaya yang melumpuhkan kehidupan.

Saat ini bangsa dan negara kita sedang di landa virus yang sangat mematikan yaitu virus korona. Hal ini menjadi kenyataan bahwa banyak hal diambil sebagai bentuk keputusan keputusan walaupun sulit namun harus untuk dilakukan.

Dari keputusan yang diambil akan ada banyak konsekwensi yang ditanggung. Sehingga disinilah butuh keberanian untuk mengambil keputusan.
Para pemimpin pemerintahan, tokoh masyarakat dan tokoh agama sedang berjuang keras untuk melindungi masyarakat dari virus ini.

Dalam perjuangan keras ini pengambilan keputusan banyak sekali yang menjadi tekanan dan dianggap banyak merugikan. Tetapi mau tidak mau harus dilakukan demi keselamatan bersama.

Dalam hal ini belajar dari Pilatus untuk tidak mengulang kesalahan yang sama bahwa pengambilan keputusan bukan karena tekanan massa atau tekanan keadaan tapi keputusan yang diambil untuk keselamatan banyak orang.

Dalam menghadapi keadaan sekarang mari kita berdoa dengan sungguh sungguh mengikuti himbauan yang menjadi keputusan pemerintah dan pihak gereja. Sehingga keputusan yang diputuskan untuk keselamatan kita tidak menjadi sia sia belaka tapi justru membawa kebaikan dan damai sejahtera bagi kita semua. Amin (*)

Berikan Komentar Anda.