Home Daerah Operasi Simpatik Satlantas TTU Kenakan Tenun Ikat

Operasi Simpatik Satlantas TTU Kenakan Tenun Ikat

681
0
SHARE

KEFAMENANU, Terasntt.com — Operasi Simpatik yang digelar Satuan Lantas (Satlantas) Polres TTU 2017 sangat unik. Dalam operasi yang dipimpin Kasat Lantas, AKP Sudirman itu mengenakan seragam berbalut kain tenun ikat Timor yang bernilai jutaan rupiah lengkap dengan asesorisnya.

Teguran hukum bernuansa budaya ini diharapkan dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten Timor Tengah Utara.

Operasi yang berlangsung di salah satu pusat keramaian kota Kefamenanu ini, selain menertibkan para pejalan kaki dan pengendara, jajaran satlantas juga membantu menjaga keselamatan para murid tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang akan menyeberang ditengah keramaian.

Sentuhan humanis ini merupakan terobosan baru yang dipakai jajaran Satlantas Polres TTU sebagai bentuk pendekatan budaya kepada masyarakat pengguna jalan dan pengendara sekaligus mengkampanyekan tertib lalu lintas di jalan yang perlu ditaati demi keselamatan diri maupun orang lain.

Kasat Lantas, AKP Sudirman yang ditemui di lokasi operasi menyampaikan, bahwa sasaran utama operasi ini bukan hanya kendaraan roda dua dan tiga namun juga terhadap pejalan kaki.

Menurutnya, sejauh ini hanya pelanggaran – pelanggaran kecil yang dilakukan oleh pengendara.
” Sasaran utama operasi kita adalah kendaraan roda dua dan tiga termasuk pengguna jalan. Dan yang kita temui selama melakukan operasi ini hanyalah pelanggaran – pelanggara kecil yang dilakukan pengendara, diantaranya tidak mengenakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), kaca spion tidak terpasang pada kendaraan, tidak menggunakan knalpot standar dan sering menggunakan asesoris lampu berlebihan yang bisa membahayakan pengendara lain ketika berlawanan arah”, jelas Sudirman.

Ia juga mengharapkan, dengan menerapkan aturan hukum yang bernuansa budaya ini dapat membantu meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Timor Tengah Utara.

” Pengguna jalan dan pengendara yang merasakan sentuhan humanis ini, merasa nyaman dan bisa menerima teguran atas pelanggaran – pelanggaran kecil tanpa merasa¬† takut,” ujarnya.

Pasalnya, lanjut Sudirman kerapkali kecelakan lalu lintas terjadi lantaran pengendara tanpa dokumen resmi melarikan diri jika melihat anggota berseragam lengkap.

Operasi simpatik tersebut akan berlangsung selama 21 hari ke depan mengingat kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas hingga menyebabkan kecelakaan, bahkan bisa menelan korban jiwa.(dit)

Berikan Komentar Anda.