by

Oebufu Selesai Validasi Data Penerima Rastra

Kupang, Terasntt.com — Kelurahan Oebufu, Kota Kupang telah selesai melakukan validasi data penerima beras sejaterah (rastra) nasional tahun 2018.

Lurah Oebufu, Zet Batmalo saat ditemui di ruangan kerjanya, jumat, (2/2/2017), mengatakan, pihak kelurahan telah melakukan musyawara untuk validasi data dan tidak ada lagi persoalan, namun ada beberapa kesimpulan atau keputusan rapat yang meski segera dijalankan.

Keputusan itu, kata Zet, pertama adalah soal penerima rastra tahun 2018, ada 8 data penerima rastra yang dikeluarkan dari kementrian yang tidak sesuai dengan nama-nama yang ada di kelurahan.

Karena itu, lanjut Zet, terhadap 8 nama penerima rastra yang tidak tercantum dalam kelurahan Oebufu tersebut, dimusyawarakan untuk diganti dengan  nama-nama penerima yang tidak terdaftar sebagai penerima di tahun 2018 ini.

“Tapi masih dalam masih dalam Basis Data Terpadu (BDT) itu. Jadi tadi ada 4 RT yang kita ajukan agar sepakati untuk pergantian terhadap nama-nama yang tidak dikenal itu, Yaitu, RT 8, 32, 37, 30 untuk 8 orang,” kata Zet.

Selain itu lanjut Zet, nama-nama penerima rastra yang tidak ada lagi di tahun 2018, namun tercantum di BDT, akan diajukan ke Pemerintah Kota, melalui Dinas Sosial agar diusulkan menjadi tanggungan rastra daerah.

“Kalau bisa mereka dimasukan dalam penerima data rastra daerah tanggungan APBD,” ujar Zet.

Dikatakan Zet, dalam musyawara itu, ada juga usulan dari warga agar mesti ada sosialisasi teknis, mengapa data bisa berkurang, kemudian ada nama penerima rastra yang sebenarnya mampu secara ekonomi dibandingkan dengan nama-nama lain yang memang layak untuk mendapatkan rastra namun namanya tidak tercantum sebagai penerima.

Mengenai hal ini, Zet menjelaskan, untuk rastra nasional, mengacu pada data BPS. Kemudian data yang diusulakan para RT/RW akan menjadi data pembanding, namun perengkingan data tersebut menggunakan data BPS, kemudian syarat kemiskinan itu diukur dari 18 item sehingga keluarlah nama-nama penerima itu.

“Kita jelaskan juga bahwa kemungkinan mereka yang belum dapat itu, atau nama yang tidak keluar di tahun 2018, kemungkinan karena  saat perbaikan data, mereka  pasti isi seolah olah mampu, jadi data yang masuk itu, kemudian tidak lolos, dengan penilaian 18 kriteria kemiskinan itu,” sebut Zet.

“Tapi harapan keseluruhannnya adalah mesti kami sepakti untuk  mereka yang namanya menjadi penerima di tahun 2017 namun tiidak lagi tercantum atau  hilang di 2018, akan dirangkum secara keseluruhan untuk diajukan ke dinas sosial untuk mendapatkan rastra daerah,” kata zet.

Kemudian bagi para pemegang kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun tidak tercantum dalam daftar penerima rastra, Kata Zet, telah dijelakan bahwa Kemudian, bahwa kendati nama tidak tercantum sebagai penerima rastra namun kartu itu tetap berfungsi.

“Misalnya untuk kesehatan, tetap bisa diakses secar gratis seseuai dengan program Pemerinta Pusat,” Kata Zet.

Ditambahkan Zet, Jumlah penerima rastra di Kelurahan Oebufu pada  tahun 2017 sebanyaj 458,  sekarang sudah berkurang 17 orang.

“Kita berpikir ini masih dlm kategori yang wajar, tapi ya kita harap pemerintah yang paling atas bisa menambhakan kuato penerima rastra jika program ini masih dijalankan,” demikian Zet. (raf)

Comment

Berita Terbaru