oleh

NTT Sebagai Laboratorium Kebhinekaan Nusantara

KUPANG, teras-ntt.com — Adalah fakta yang tak terbantahkan, bahwa Provinsi NTT saat ini tercatat sebagai Laboratorium Kebhinekaan Nusantara. Hidup beraneka suku, bahasa, adat istiadat, agama, dan golongan. Bahkan NTT juga disebut sebagai Indonesia mini, hidup damai dan penuh kekeluargaan. 

Demikian disampaikan Meo Naek Teflopo Anbi Pah Timor, Yoseph Ariyanto Ludoni dalam surat terbukanya untuk Hja. Megawati Soekarnoputri terkait dugaan politik SARA oleh Kader PDI Perjuangan YL di Sonaf Oebufu Kota Kupang, Jumat (18/6/2021).

Ariyanto didampingi suku – suku terkait menegaskan, bahwa pernyataan sikap mereka tersebut sebagai ungkapan isi hati dan bentuk kepedulian terhadap nilai – nilai kebhinekaan yang sudah ditegakkan oleh proklamator Bung Karno tetap terawat dan lestari di Bumi Nusantara.

Ada lima poin yang disampaikan dalam surat terbuka tersebut yakni :

Pertama, bahwa sebagaimana selalu digaungkan Megawati Soekarnoputri, bahwa kekuasaan harus dibangun di atas nilai – nilai Pancasila, UUD 45 serta menjunjung tinggi nilai – nilai Kebhinekaan Tunggal Ika. 

Pernyataan oknum ketua DPRD yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kupang YL diduga mengeluarkan pernyataan bernuansa SARA telah merusak kesakralan budaya NTT. Dan juga dapat memicu konflik horizontal serta berpotensi mengadu domba suku maupun agama tertentu hanya untuk kepentingan sesaat. 

Oleh karena itu Megawati diminta memberhentikan YL dari jabatannya sebagai Ketua DPRD dan Ketua PAC PDI Perjuangan Kota Kupang.

Ariyanto Ludoni mengamenakan oakaian kebesaran saat membacakan surat terbuka kepada Megawati Soekarnoputri

Kedua, Ariyanto berharap agar Megawati bersama seluruh jajarannya dari pusat hingga daerah mendukung penuh proses hukum terhadap YL yang telah dilaporkan ke Polda NTT oleh elemen terkait.

Ketiga, sebagai pejabat publik dan tokoh panutan YL tak pantas mempertentangkan suku yang satu dengan yang lain di NTT sebagaimana yang disebutkan dalam video itu. Dan diminta agar segenap jajaran PDI Perjuangan melakukan klarifikasi terhadap pernyataan oknum YL yang telah melukai suasana kebatinan pihak – pihak tertentu.

Keempat, Ariyanto berharap agar Megawati menindaklanjuti penyampaian mereka sehingga tidak terjadi pembiaran kasus tersebut karena bisa berpotensi konflik.

Kelima, Meo Naek Teflopo juga berharap Megawati menanggapi surat terbuka itu dan mengambil sikap tegas terhadap oknum YL. ” Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga,” tandasnya.(m45)

Komentar