Home Pariwisata NTT Kembangkan Wisata Nonton Ikan Paus

NTT Kembangkan Wisata Nonton Ikan Paus

738
0
SHARE

KUPANG, Terasntt.com — Salah satu destinasi yang akan dikembangkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah Menonton Ikan Paus di Laut Sawu. Perairan ini merupakan wilayah migrasi Paus dan Lumba – Lumba serta ikan lainnya dari perairan Australia dan Hindia.

” Wisatawan internasional lebih tertarik dengan budaya penangkapan Ikan Pau di Lamalera, Lembata tetapi tidak tertarik pada cara menangkap dengan membunuh. Untuk itu kedepan akan dikembangkan obyek wisatawa baru menonton Ikan Paus di Laut Sawu,” kata Kadis Periwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Marius Jelama dalam jumpa pers di Hotel Berllin Kupang, (15/6/2017).

Dihadapan ahli Ikan Paus, Dr. Benyamin Kahn, Asisten I Setda NTT Aleks Sena, Deputi Menko Kemaritiman Kosmas, Bupati Manggarai Barat Agus Ch. Dulla bersama beberapa pejabat negara lain, Jelamu menegaskan, bahwa upaya pengembangan Wisata Nonton Ikan Paus ini tidak bermaksud untuk menghilangkan budaya masyarakat Lembata.

” Kita tetap mendukung dan menghormati budaya penangkapan Ikan Paus di Lamalera. Pengembangan obyek wisata nonton Ikan Paus ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat terutama yang berada di sekitar daerah migrasi Ikan Paus dan Lumba – Lumba itu,” katanya.

Sementara Benyamin Kahn mengatakan, bahwa secara detail keberadaan Ikan Paus di Laut Sawu bisa dikembanhgkan menjadi obyek wisata internasional.

” Saya sudah lama melakukan survei diberbagai daerah termasuk NTT termasuk Laut Sawu, Perairan Alor, Komodo Labuan Bajo. Intinya Laut Sawu adalah tempat migrasinya Ikan Paus. Diharapkan jika ada wisata menonton Ikan Paus perlu juga, karena bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Demikian juga Aleks Sena, Agus Ch. Dulla dan Kosmas, bahwa membangun sebuah destinasi membutuhkan persiapan yang matang termasuk sarana – prasaran pendukung serta kenyamanan.

” NTT menjadi tempat migrasi Ikan Paus dari Australia dan Laut Hindia yang beranak pinak di perairan NTT,” katanya.

Untuk itu lanjut Sena, potensi wisata baru ini memperkuat destinasi NTT, selain sudah mendunia juga ada destinasti lain yang bisa dikembangkan.

” Pemerintah NTT terus memberikan dukungan terhadap pikiran kreatitif yang bisa dikembangkan kedepan yang lebih baik,” katanya.

Menurut Kosmas, bahwa Potensi Ikan Paus yang dikenal selama ini sebagai budaya penangkapan tetapi kedepan akan menjadikan bisnis Wisata Menonton Ikan Paus.

Tidak bisa dipungkiri statemen Presiden RI, bahwa pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dan juga pembangunan Indonseia melalui poros kemaritiman tentu salah satu poros adalah budaya.

” Kita berharap bisnis wisata menonton Ikan Paus tidak bertujuan untuk menghilangkan adat istiadat, tetapi kita dukung hanya perlu kerja keras pemerintah untuk mensosialisasikan program ini. Demikian juga masalah sampah plastik di laut terbesar kedua dunia ada di Indonesia yang harus diatasi,” katanya.

Agus Ch. Dulla, mengatakan, bahwa lokakarya budaya Ikan Paus yang lebih terkenal di Lembata, tetapi juga ada di Manggarai Barat.

” Labuan Bajo merupakan pintu gerbang keluar – masuknya wisatawan ke NTT dan setiap hari ada 26 penerbangan. Dan juga persoalan sampah di laut maupun pantai di sekitar obyek wisata masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) buat kita. Kami berharap Pemerintah Pusat membantu kami sarana untuk memantau sampah di pesisir pantai dan juga sekitar obyek wisata yang ada,” katanya.

Dulla mengatakan, bahwa ternyata Labuan Bajo juga menjadi jalur migrasi Ikan Paus dan jika ini dikelola sebagai wisata menonton Ikan Paus akan menambah obyek wisata baru.

” Jika di Lembata sebagai budaya penangkapan Ikan Paus di Labuan Bajo hanya untuk menonton Ikan Paus tinggal wisatawan mau menonton dari Pulau yang mana,” katanya.(mas)

Berikan Komentar Anda.