oleh

NTT Jadi Mitra Kemenlu RI

KUPANG, Terasntt.com — Kota Kupang yang juga ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) manjadi penting dalam hal hubungan luar negeri. Kota Kupang juga menjadi penting sebagai mitra Kemenlu RI.
” Semoga kemitraan ini menjadi awal yang baik kedepan,” kata Direktur diplomasi publik Kemenlu Republik RI, Al Busyra Basnur, saat pembukaan kegiatan sosialisasi pelaksanaan diplomasi publik RI dan masyarakat ASEAN 2015 di aula utama SMK Negeri 1 Kupang, Kamis (10/9/2015).
Busyra Basnur, mengatakan, sebagai propinsi yang berbatasan langsung secara daratan dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL), dan daerah perairan Australia, NTT memiliki peran penting bagi Kemenlu RI untuk membangun diplomasi dengan kedua negara tetangga tersebut.
“Mengapa harus dilaksanakan di Kota Kupang, karena Kota Kupang merupakan center of action dari Propinsi NTT yang memiliki banyak potensi yang belum digali baik fisik maupun sumber daya manusianya, sehingga patut dibangun untuk menjadi pilar diplomasi kita di Kemenlu,” ujarnya.
Untuk itu, kata Basnur, kegiatan sosialisasi pelaksanaan diplomasi publik Indonesia dan masyarakat ASEAN 2015 dilakukan di Kota Kupang, menjadi penting.
Pada kesempatan yang sama. Walikota Kupang, Jonas Salean menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Kemenlu RI yang sudah memilih Kota Kupang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pelaksanaan diplomasi publik RI dan masyarakat ASEAN 2015, karena memang Kota Kupang merupakan ibukota Propinsi NTT, dan NTT merupakan salah satu propinsi yang berbatasan langsung daratan maupun perairan dengan negara lain.
“Memang dalam undang-undang Otonomi Daerah, tidak menempatkan Kemenlu RI sebagai mitra kerja dari pemerintah daerah. Tetapi karena NTT merupakan propinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga menjadi penting ada kegiatan-kegiatan dari Kemenlu RI di NTT, dan juga Kota Kupang,” katanya.
Kepada ratusan siswa-siswi perseta sosialisasi dari berbagai SMA/ SMK se Kota Kupang, Salean berharap kelak bisa menjadi diplomat-diplomat bagi Indonesia di negara lain.
“Sampai dengan saat ini sepengetahuan saya sudah ada delapan anak NTT yang menjadi diplomat di sejumlah negara, sehingga dengan kegiatan ini, ke depan bisa lebih banyak lagi anak-anak NTT yang menjadi diplomat,” katanya.
Salean, menghimbau kepada peserta agar belajar dengan tekun dan menjauhkan diri dari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat bagi kepentingan pendidikan dan masa depan mereka, termasuk dengan menghindari perilaku seks bebas dan penyalagunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).
“Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan adanya seorang siswi yang pada saat jam sekolah dijemput oleh dosen dan pergi ke kos-kosan. Itu jelas mencoreng citra pendidikan kita di Kota Kupang, sehingga saya harapkan kejadian ini tidak terulang lagi,” tegasnya.(Eja)

Komentar