oleh

Ngaben Mengandung Makna Religius dan Gotong – Royong

KUPANG, Terasntt.com — Upacara Ngaben merupakan peristiwa sakral yang mengandung nilai-nilai religius yang sangat dalam bagi kehidupan umat Hindu, termasuk nilai kebersamaan dan gotong – royong. Upacara semacam ini terus dilakukan sesuai ajaran agamanya. Demikian dikatakan Wakil Walikota Kupang, dr.Hermanus Man pada acara Ngaben di TPU Namosain,Jumat (21/8/2015).
Menurutnya, kegiatan ini selain menanamkan nilai kebersamaan dan gotong – royong juga mengandungg nilai luhur yakni silaturahmi antar sesame umat Hindu yang ada di Kota Kupang, maupun masyarakat dan Pemerintah Kota Kupang.
“Ngaben merupakan suatu kegiatan keagamaan yang wajib dilakukan oleh umat Hindu untuk penyucian roh leluhur, dengan tujuan meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Upacara Ngaben memerlukanm biaya yang cukup besar sehingga Ngaben masal nerupakan alternatif untuk membantunya,” kata Man. Berkaitan dengan itu, lanjut Man, Pemerintah Kota Kupang bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kabupaten dan kota Kupang melaksanakan upacara Ngaben masal.
“Ngaben masal ini akan menjadikan program tetap pemerintah kota, yang menunjukkan kepedulian kepada sesama umat beragama khususnya umat Hindu, karena upacara yang dilakukan secara bergotong – royong,”katanya.
Man berharap, agar umat Hindu di Kota Kupang berpartisipasi dalam menyukseskan setiap program pembangunan daerah melalui kegiatan – kegiatan positif seperti menciptakan stabilitas keamanan, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dipelihara dan diupayakan bagi kesejatheraan hidup dan kemajuan pembangunan di Kota Kupang.
Semantara ketua PHDI ,Nyoman Mahayasa, dalam laporan panitia mengatakan, jasad berupa jenasah harus dikembalikan kepada sumbernya yaitu Panca Maha Butha Veda yang mengajarkan bahwa proses percepatan Ngaben merupakn hal yang wajib untuk dilaksanakan dan merupakan hutang bagi para leluhur jika belum dilakukan.
Untuk itu lanjutnya tujuan dilaksanakan Ngaben masal ini untuk meringankan beban biaya bagi para peserta Ngaben.
Dan juga, katanya Ngaben mengembalikan unsur Panca Maha Butha kepada asal masing-masingt yakni tanah, air, api, udara, dan enter.
Selain itu menyucikan atma/roh/jiwa sesuai karma selama hidup yang bersangkutan sehingga dapat bersatu kepada Brahman guna mencapai Moksrtham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma sebagi tujuan akhir agam Hindu.
“Peserta Ngaben masal berjumlah 23 sawa terdiri dari 21 anak-anak dan 2 orang dewasa,” ujarnya. (rif).

Komentar