oleh

Museum Jadi Tempat Pembentukan Karakter Generasi Bangsa

Sosialisasi peran Museum sebagai pusat informasi pembentukan karakter dan budaya bagi generasi penerus bangsa

Kupang, teras-ntt.com — Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Nell Ledoh mengatakan sosialisasi peran Museum sebagai pusat informasi pembentukan karakter dan budaya bagi generasi penerus bangsa. Sosialisasi yang digelar UPTD Museum ini memberikan semangat baru untuk menjadikan museum sebagai tempat pembentukan karakter manusia dan generasi muda.

Demikian hal ini disampaikan Nell Ledoh saat membuka kegiatan tersebut di halaman UPTD Museum setempat, Senin (24/8/2020).

Sosialisasi ini menggunakan metode Pameran Temporer Museum NTT “Cerita dalam Kain” itu mendapat sambutan hangat para peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa instansi-instansi di Kota Kupang, beberapa Mahasiswa Jndana jurusan Sosiologi, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah jurusan Antropologi serta beberapa Pelajar SMA/SMK se Kota Kupang.

Ledoh mangatakan, bahwa manusia yang berkarakter adalah manusia yang tidak meninggalkan budaya sebagai instrumen pengendalian perilaku dan peradaban manusia.

“Sosialisasi ini hendaknya menjadikan Museum sebagai tempat untuk belajar bersama-sama dan sama-sama belajar tentang tatanan budaya dalam bingkai peradaban di Provinsi NTT,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah Provinsi NTT, Drs.Fransiskus Sales, sebagai salah satu narasumber dalam dalam pemaparannya menekankan bahwa tanggung jawab dalam pembentukan sebuah karakter adalah tanggung jawab bersama, tidak pada keluarga, tidak pada sekolah, tidak pada pemerintah, juga tidak pada masyarakat tetapi ini harus bersifat simultan, harus sama-sama bertanggung jawab di dalam pembentukan karakter ini.

“ Kalau warga ini berakhlak baik, budinya baik, saya yakin dalam hal keterlibatan di dalam kehidupan bermasyarakat itu akan berjalan baik, dalam hal pembangunan, dalam hal kehidupan sosial, itu akan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, dalam rangka pembentukan karakter ini, semua elemen harus bertanggung jawab. Elemen-elemen penting dalam pembentukan karakter ini, satu yang perlu kita melihat lebih jauh itu adalah kepemimpinan moral kepala sekolah menjadi catatan yang perlu diperhatikan. Kemudian faktor disiplin juga menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan. Rasa kekeluargaaan juga harus ada, harus muncul dalam pribadi setiap insan. Selanjutnya harus ada suasana demokratis yang mesti diperhatikan dengan baik. Juga harus ada kerja sama dalam semua lini kehidupan. Serta ada waktu dan ruang untuk memecahkan persoalan.

“ Museum sebagai sektor utama dalam hal pengembangan karakter sebagai jati diri bangsa, jadi antara Museum dan sekolah harus ada kerja sama mengalokasi waktu pada jam-jam tertentu, mereka harus datang ke Museum karena Museum adalah sumber data juga sebagai edukasi dan tempat rekreasi,” ungkap Frans yang juga pernah menjabat posisi di Dinas Kebudayaan pada bidang kepurbakalaan dan kemuseuman.

Frans menegaskan, bahwa Museum adalah destinasi pariwisata yang cerdas. Semestinya sebelum masuk ke destinasi-destinasi pariwisata harus lebih dulu datang ke Museum karena gudang data dan semua data ada di Museum tentang artefak masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang semua tersimpan di Museum.

“ Pembentukan karakter itu tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi harus bersifat simultat, integral,semua elemen warga bangsa ini, daerah ini bertanggung jawab antara keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat itu harus kolaboratif, tidak bisa berjalan sendiri kalau tanpa dukungan, topangan dari instansi atau unit lain atau kepada teman-teman lain, karena manusia itu punya keterbatasan,” tandasnya. (et)

Komentar

Berita Terbaru