by

Misa Paskah Kedua Khusus Bagi Penderita Kusta di Kefamenanu

KEFAMENANU, Terasntt.com — Perayaan Misa Paskah kedua yang diberikan Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr. di Gereja Santa Theresia Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/4/2017) khusus bagi penderita Kusta dan
Lepra. Penyakit kusta bagi sebagian orang mengerikan dan menjijikkan.

Pandangan ini, ternyata tidak mematahkan semangat hidup bagi ratusan penderita kusta di daerah setempat.

Mgr. Dominikus Saku, Pr dalam khotbahnya, mengatakan sudah cukup lama gereja berusaha memberi pelayanan rohani yakni pemberian sakramen ekaristi bagi para penderita kusta agar mendapat kekuatan rohani dalam menghayati hidup.

Ia berharap, kiranya Kristus Tuhan yang bangkit memberi kekuatan jasmani dan rohani dan dalam penderitaan tetap bersandar pada Kristus Tuhan tersalib.

” Perayaan Pesta Paskah kali ini bertema Kristus telah bangkit, tema itu adalah inti dari Iman Kristiani tentang Kristus Tuhan yang bangkit. Dari sanalah berita keselamatan tentang Paskah akan menjadi sumber dari semua sakramen gereja, dari ajaran gereja, Kitab Suci dan sumber dari tradisi gereja yang mendasari praktik hidup orang beriman Kristiani yang percaya akan Kristus menjelma menjadi manusia. Itulah yang menjadi titik tolak dari seluruh pewartaan iman tentang Kristus yang bangkit menyertai seluruh umat manusia,” jelas Uskup Dominikus.

Disampaikan lebih lanjut, bahwa makna perayaan misa Paskah ini bagi para penderita untuk memberi kekuatan rohani dalam penderitaan.

” Makna perayaan ini untuk para penderita kusta, mereka diberi kekuatan rohani secara khusus supaya di dalam kehidupan, penderitaan, suasana yang tidak seperti orang  – orang sehat, mereka masih dijamah, disapa dengan warta keselamatan dari Tuhan. Bahwa hidup mereka di dunia ini dalam keadaan apapun selalu mendapat kesempatan berahmat untuk diselamatkan Tuhan. Dengan demikian, kepada mereka diwartakan harapan kristiani yang bersumber dari iman, bahwa hidup di dunia ini tidak pernah berakhir dengan kematian. Dan tidak pernah terlalu susah dihayati di dunia ini karena Kristus ternyata jauh lebih menanggung penderitaan lebih dari penderitaan yang kita alami di dunia ini. Karena itulah dalam kekuatan sengsara wafat dan kebangkitan Kristus mereka diberi makna baru, bahwa penderitaan ini sejauh disatukan dengan korban keselamatan Tuhan, selalu menjadi salib kehidupan yang berdaya menyelamatkan,” tegasnya.

Pada perayaan khusus itu, Uskup Dominikus juga mendoakan para korban perdagangan orang yang masih marak terjadi. Pantauan media ini, misa dihadiri sebagian umat Katolik lain sebagai rasa solidaritas atas penderitaan yang dialami para pengidap.(dit)

Comment

Berita Terbaru