by

Minimnya Infrastruktur Pemicu Warga Flotim Merantau ke Luar Negeri

LARANTUKA, Terasntt.com — Sudah setengah abad lebih Indonesia merdeka, namun secara fisik belum dirasahkan masyarakat karena pembangunan tidak merata ke seluruh pelosok tanah air. Seperti yang dirasahkan masyarakat Desa Latoliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur

Hal ini menjadi salah satu pemicu bagi tiga WNI asal Flotim, Laurensius Koten, Theodorus Kopong dan Emanuel Arakian Maran meratau ke Malaysia hingga diculik kelompok Abu Sayyaf.

Pemerintah Provinsi NTT, Khususnya Pemerintah Flotim harus buka mata dengan peristiwa ini, akibat minimnya infrastruktur jalan dan listrik.
Bukan hanya ketiga korban penculikan itu, namun puluhan ribu masyarakat Flotim terpaksa merantau agar bisa membangun dan menyekolahkan anak.

Seperti yang disaksikan Wartawan, kondisi ruas jalan menuju Desa Latoliwo tanah kelahiran ketiga WNI korban penculikan itu rusaj parah dan tak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Apalagi saat musim hujan, perkampungan yang berada di wilayah Utara Kota Larantuka ini bagai daerah mati karena sulit dijangkau bai melalui darat maupun laut.

Anggota DPRD Flotim, Hendrik Belang bersama sejumlah wartawan yang hendak mengunjungi keluarga korban penculikan terpaksa kembali ditengah jalan karena kendaraan yang ditumpangi tak sanggup melintasi ruas jalan rusak itu.

” Ya memang niat kita besar untuk mengunjungi keluarga korban tapi, kondisi jalannya sangat licin dan ini mengandung resiko. sehingga apa boleh buat, terpaksa kita harus pulang. Memang niat kita kesana untuk mengunjungi keluarga korban penculikan,” juarnya kesal.

Sementara ayah kandung Theodorus Kopong saat dibubungi, mengaku anaknya belum lama merantau ke Malaysia dan terakhir sempat berkomunikasi dengan anaknya enam bulan lalu saat ia sedang melaut mencari ikan di perairan Malaysia.

Demikian juga Bernadus Besi Koten, ayah kandung theodorus Koten, menyatakan pasrah dengan peristiwa yang menimpah ketiga korban dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk membebaskannya.

” Kami serahkan kepada bapak Dewan dan pemerintah untuk menyelamatkan anak kami. Saya minta Presiden selamatkan anak kami dan kembalikan dalam keadaan selamat,” ujarnya sambil meneteskan air mata.(mas)

Comment

Berita Terbaru