oleh

Minim, Kuota Pendamping Dana Desa di NTT

KUPANG, Terasntt.com — Kuota pendamping dana desa Kementerian Desa, Percepatan Daerah Tertinggal untuk NTT sangat kurang dan tidak seimbang dengan topografi propinsi kepulauan. Kuota yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 1.398 pendamping.
” Dari 1.398 pendamping ini dibagi lagi sebanyak 29 orang pendamping tingkat kabupaten, 175 orang tingkat kecamatan dan 1.294 orang pendamping tingkat tingkat desa. Tentu jumlah ini tidak seimbang dengan kondisi wilayah NTT. Secara geografis provinsi NTT terdiri dari daerah kepulauan dan dengan topografinya yang sulit dijangkau akibat minimnya infrastrukur pedesaan, ketersediaan listrik, juga sangat terbatas. Jadi dengan formatur 1 tenaga mendampingi 2 – 4 Desa akan menjadi problem dan tantangan tersendiri. Kita minta agar pembagian kuota untuk NTT jangan disamaratakan dengan propinsi lain. Dan juga harus memprioritaskan anak daerah kerena mereka lebih memahami kondisi dan budaya daerah NTT,” kata anggota Komisi IV DPRD NTT, Jefri Unbanunaek di Kupang, Senin (31/8/2015).
Selain itu juga, katanya Propinsi NTT berbatasan langsung dengan Negara Australia dan Timor Leste, sehingga capaian dari Program Dana Desa ini sangat mempengaruhi kondisi masyarakat yang berada di daerah perbatasan,
Menurut Jefri, kondisi tersebut dia bersama Ketua Komisi IV, Alex Ena dan anggota lain telah mendatangi Sekjen Kementrian PDT dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, PhD untuk menyampaikan beberapa hal terkait pendamping dana desa pada hari Jumat, 28 Agustus 2015 lalu.
” Sekjen menyarankan agar Pemprov NTT bersurat resmi Kementerian sebagai dasar pertimbangan saat membahas anggaran 2016. Dan diharapkan agar pendamping bekerja secara profesional sehinggga tidak berdampak pada persoalan hukum dikemudian hari,” kata Jefri.
Pada kesempatan itu juga, lanjut Jefri, Sekjen mengapresiasi langkah – langkah yang diambil DPRD Prop NTT, sehingga persoalan yang ada di daerah segera di respon dan diminimalisir.(mas)

Komentar