by

Menjelang Pilgub, Hanura – PKB – PKPI NTT Bangun Koalisi Permanen

KUPANG, Terasntt.com — Dinamika Politik menjelang Pilgub NTT tahun 2018 mulai memanas. Banyak kandidat bakal calon terus mempromosikan diri agar bisa diakomodir dari Parpolnya.

Partai Hanura, PKB dan PKPI NTT melihat ini sebagai tentangan untuk membentuk poros baru sekaligus membangun koalisi permenen hingga kabupaten/ kota.

” Poros baru yang terdiri dari Partai Hanura, PKB dan PKPI sudah terbentuk dan dalam pertemuan ketiga kami sepakat untuk membentuk koalisi permanen dari provinsi hingga kabupaten/ kota. Dan semua kursi di kabupaten/ kota yang ada cukup bagi kami untuk berppartisipasi. Contohnya, Manggarai Timur dan TTS total kusi pas mengusung calon dari poros baru. Jadi kita ingin membangun suatu koalisi bersama secara permanen dan setelah itu baru kita membuka ruang untuk pendaftaran dan survei,” kata ketua DPD PKB NTT, Yukun Lepa saat ditemui di Sekretariat DPRD NTT, Senin (20/3/2017).

Ia menegaskan, bahwa bakal calon Gubernur dan Kepala Daerah bisa diambil dari kader potensial baik Hanura, PKB atau PKPI maupun dari luar partai.

” Yang paling penting, bahwa ini bukan sekedar mau jadi ketua partai, tapi ini mencari pemimpin. Jadi kita mencari pemimpin untuk NTT, bisa juga dari luar partai. Tapi yang kita butuhkan adalah, bahwa orang – orang yang mau maju lewat pintu ketiga partai ini benar – benar sebagai pemimpin untuk NTT. Juga tidak lupa terhadap partai pengusung. Karena kebanyakan orang sudah terpilih dia lupa akan parta yang mengusungnya. Itu yang kita harapkan sehingga dengan demikian bisa saja kita mensurvei juga kader potensial lain yang di luar partai. Tapi komitmen dia untuk partai itu harus jelas. Dan bagi poros baru, ajang Pilgub itu investasi politik buat partai,” tegasnya.

Yukun juga secara terbuka menyatakan kesiapannya sebagai salah satu kandidat bakal calon gubernur, jika dipercayakan.

” Kita sebagai ketua partai sekian lama pasti kita siap. Kesiapan itu juga harus dilihat lagi bagaimana realita apakah bergadengan atau bergayung sambung dengan teman – teman lain. Kemudian hal – hal lain, mungkin kita secara kualitas cukup tapi isi tasnya ini juga menjadi pertimbangan,” katanya.

Menurutnya, khusus partai ukurannya adalah konsolidasi sampai ketingkat mana. Jika hanya sampai di kabupaten tetapi di kecamatan dan desa tidak ada konsolidasi, maka partai itu tidak bisa diharapkan.

” Khusus BKP saat ini 80 persen pengurus ada di desa,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini poros baru belum melirik kandidat bakal calon gubernur.

” Mungkin ada yang sudah melirik ke poros baru tepai kita belum tau. Tapi kalau lirikan mereka terus dibalas berartikan kita bisa balas pantun to. Tapi kalau mereka lirik kita juga diam – diam saja kan bisa juga to. Tapi bagi saya, bahwa yang lagi kita cari adalah pemimpin NTT lima tahun kedepan. Itu yang lagi diwacakan Hanura, PKB dan PKPI,” tegasnya.(mas)

Comment

Berita Terbaru