oleh

Mella Persilakan Mantan Pejabat Adukan ke Komisi ASN

SOE, Terasnnt.com — Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Ir. Paul VR. Mella mempersilahkan mantan pejabat yang tidak puas dengan hasil tes mengadu ke Komisi ASN. Hal tersebut menanggapi delapan mantan pejabat eselon 2 meminta Komisi ASN untuk membuka hasil tes yang diikutinya beberapa waktu lalu.
” Bagi pihak – pihak yang merasa tidak puas dengan hasil tes silahkan mengadu ke Menpan maupun Komisi ASN, untuk membuka hasil seleksi. Bagi saya hasil tes itu diumumkan atau tidak merupakan kewenangan panitia seleksi (Pansel),” kata Mella saat ditemui di kantor Bupati setempat, beberapa waktu lalu.
Mella mengatakan, dengan adanya hak prerogatif yang melekat pada Jabatan Bupati, dia berhak untuk menentukan siapa yang pantas membantu Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai Kepala SKPD.
“Panitia pansel menyodorkan tiga nama dan Bupati mempunyai hak preogratif untuk menentukan satu nama. Jadi kalau mau lapor silakan saja,” tegasnya.
Pada tempat berbeda, Hendrik Banamtuan salah satu pejabat yang mengadu, mengatakan, bahwa seleksi Pejabat Tinggi Pratama yang terkesan dirahasiakan Pansel.
” Ada delapan mantan pejabat esalon II yang dipanggil untuk mengikuti seleksi pejabat tinggi pratama dan dinyatakan tidak lulus. Kami merasa tidak puas dan mengirimkan surat pengaduan kepada Menpan dan Komisi ASN untuk meminta penjelasan tentang Undang-Undang ASN. Apakah hasil tes harus diumumkan atau tidak,” tegasnya.
Banamtuan menegaskan, dirinya termasuk pejabat yang dirugikan dengan hasil seleksi tidak diumumkan.
“Kami bukan tidak terima, kalau hasil tesnya itu betul tidak lulus kami terima. Tetapi hasil yang tidak diumumkan ini yang membuat kami bertanya-tanya apakah benar atau tidak kami tidak lulus seleksi dan tidak memenuhi syarat,” tegasnya.(K2)

Komentar