oleh

Medah: Penyelenggara Berikan Kenyamanan Bagi Peserta SS GMIT

BA’A, Terasntt.com — Ketua umum Panitai Sidang Sinode Gereja Masehi Injil di Timor (SS GMIT) ke 33 tahun 2015, Drs. Ibrahim Agustinus Medah bersama anggota dari setiap seksi terus mengawal jalannya persidangan. Sejak awal persiapan hingga proses persidangan, anggota DPD RI asal NTT itu tetap ada di Kabupaten Rote Ndao bersama 300-an panitia penyelenggara.
Ditemui di arena Sidang Sinode di Auditorium Ti’i Langga Kota Ba’a Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (26/9/2015) sosok yang dipercayakan GMIT menjadi ketum Panitia SS GMIT yang ketiga kalinya itu mengatakan, sebagai penyelenggara pihaknya bertekad memberikan kenyamanan bagi peserta dan peninjau sehingga persidangan agar bisa berjalan tenang dan lancar.
“Memang kita sadari saat pembukaan kehadrian jemaat melampaui asumsi kami, namun kami dapat mengendalikannya dan seluruh personil panitia memaksimalkan kemampuannya sehingga semuanya berjalan baik. Dan mayoritas hadirin yang hadir mengomentari bahwa dari segi acara berjalan sangat memuskan,” katanya.
Bahkan, lanjut Medah, Menkopolhukam memberikan apresiasi terhadap acara pembukaan.
“Beliau tidak menyangka jika meski berada di Pulau terluar di Selatan NKRI tetapi bisa mempersiapkan acara yang membuatnya terpesona. Olehnya saya dapat katakan dari pembukaan dan sampai hari ini dan bahkan selanjutnya sampai penutupan berjalan sangat bagus. Hari pertama kita kewalahan mengaturnya tetapi umumnya berjalan bagus, dan kita mampu mengendalikan sebaik mungkin semua acara,” katanya.
Mantan Ketua DPRD NTT itu menambahkan, baik konsmsi, tarsportasi, akomodasi, persidangan, kesekretariatan bahkan kebersihan dan humas publikasi selalu dilakukan evaluasi disetiap harinya setelah selesai kegiatan.
“Kita lakukan evaluasi dan untuk pembenahan secara maksimal sehingga sampai hari ini semua peserta terpuaskan. Istilah orang Rote, makan daging (tapa) sehingga menu yang ada lebih dominan daging, tetapi tidak berarti tidak disiapkan ikan dan lain-lainnya. Kami selalu memenuhi keinginan peserta,” ujarnya.
Ia bahkan mengerahkan seksi konsumsi untuk menyiapkan menu khusus Gula Hopo dengan maksud bukan saja untuk memperkenalkan menu kuliner Rote Ndao tetapi untuk mengantisipasi para peserta yang sakit lambung yang diyakini dengan minum gula hopo mampu mengatasi sakit lambung atau mag.
Medah, mengajak seluruh elemen masyarat Rote Ndao untuk terus mendukung kegiatan akbar itu.
“Seluruh masyarakat berpartisipasi menjaga situasi yang keondusif agar sidang berjalan lancar. Kondisi masyarat baik di lingkungan sidang maupun di seluruh wilayah Rote agar menjaga kondusifitas agar tidak terjadi hal-hal yang menggangu ketenangan sidang. Jangan ada perkelahian dan pertikaian, dan saya mengalami langsung semuanya selam ini di Rote damai adanya sehingga sangat menunjang jalannya siang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Sidang Sinode tidak saja dilakukan di Auditorium Ti’I Langga namun dilakukan juga rapat-rapat Komite di 10 mata jemaat sehingga ia mengaharpkan agar para jemaat turut serta membantu panitia agar rapar-rapat komisi dapat berjalan dengan baik.
“Saya senang sekali Pak Bupati Rote Ndao yang menyediakan arena sidang ini yang terpagari dengan bagus sehingga semuanya nyaman dan pagar ini membuat suasana lebih kondusif,” katanya.
Menurut Medah, untuk mendapatkan respons peserta terhadap pelayanan panitia penyelenggara pihaknya juga menyiapkan kotak saran dengan maksud agar setiap hari kotak saran itu dibuka untuk mengetahui keluahan para peserta.
“Semua saran dan keluhan setiap malam setelah selesai rangkaian kegiatan kita lakukan evaluasi berdasarkan masukan dan sara peserta, dan kondisinya tidak ada saran yang berlebihan karena semuanya berjalan aman dan lancar,” katanya.
Haris Oematan seorang peserta dari Pemuda GMIT mengatakan, empat tahun lalu pihaknya bersama Ibrahim Medah yang juga menjadi Ketua Umum Panitia SS GMIT ke 32 di Naibonat Kabupaten Kupang menjadi penyelenggara kegiatan yang sama.
“Beliau (Ibrahim Medah) sangat aktif dan memberikan kepercayaan penuh kepada kami para pemuda untuk bekerja di seksi masing-masing. Ini komitmen untuk mempersiapkan generasi muda dalam mengawal hajatan-hajatan besar seperti ini,” katanya.
Menurut dia, sejauh penyelenggaraan SS GMIT 33 itu, tidak ada kendala yang terlalu berararti. Pihaknya juga berkomitmen untuk bersama pemuda GMIT lainnya di Rote Ndao untuk mengawal sidang hingga selesai.
“Kesan yang kami dapatkan, setiap sidang akan terus membekas namun Rote Ndao luar biasa, sangat memuaskan,” katanya.
Demikian juga, Jodian Suki mengatakan, semangat juang Ketua Umum Panitia Ibrahim Medah meski ditengah kesibukannya sebagai senator tetap memberikan perhatian kepada GMIT.
“Kami sangat berharap dan kami akan tetap meneladani semangat juang senior sekaligus oragtua kami ini dan kami yakin akan bisa seperti bapak Ibrahim Medah. Keberhasilan SS GMIT ke 33 ini akan menjadi keberhasilan kita bersama,” katanya.(laurens leba tukan)

Komentar