oleh

Medah, Hentikan Bangun Pasar Ikan di Nunhila

KUPANG, terasntt.com – Rencana Pemeirntah Kota Kupang membangun pasar ikan yang dibiayai melalui program IFAD di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang, selain mendapat penolakan warga juga DPRD Kota Kupang.
Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Martinus Medah usai Medah usai menggelar pertemuan dengan warga asal Kelurahan Nunhila di gedung DPRD Kota Kupang, Senin (28/9/2015) mendesak Pemkot menghentikan pembangunan itu.
Wakil rakyat asal Partai Golkar ini menjelaskan, pertemuan yang digelar itu menyikapi pengaduan warga atas kebijakan Pemkot yang hendak merelokasi lapangan Volley di wilayah itu untuk dibangun pasar ikan.
“ Pertamuan kami bersama beberapa anggota DPRD dengan warga Nunhila ini baru berupa penyampaian laporan dari meraka yang disertai surat penolakan,” katanya.
Menyikapi pengaduan warga tersebut kata Medah, pihaknya segera memanggil pemerintah untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Kami akan melakukan RDP dengan pemerintah dan melibatkan masyarakat untuk membahas pengaduan warga Nunhila ini,” katanya.
Kepada wartawan ia memberikan apresiasi atas sikap warga yang mendukung rencana Pemkot Kupang untuk dibangun pasar ikan dan lokasinya dipindahkan dari tempat yang ditentukan semula.
“ Sesuai pengaduan warga, saat ini di lapangan tersebut sudah ada material dan bahkan sudah ada pekerjaan kecil-kecil. Menurut saya, sebaiknya pasar ikan itu tidak boleh dibangun di lokasi itu tetapi cari tempat lain agar tidak menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat,” katanya.
Untuk itu Pemkot Kupang didesaknya supaya menmghentikan pelaksanaan pembangunan di lokasi itu.
“Pekerjaan yang saat ini sementara berjalan saya minta dihentikan. Kasihan mereka sudah bangun dengan swadaya lalu tiba-tiba pemerintah mau merubah lapangan jadi tempat penjualan ikan,” tandasnya.
Sebelumnya, Warga Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang menolak rencana Pemerintah Kota Kupang membangun fasilitas pasar ikan di atas lapangan volley yang selama ini digunakan warga di lokasi itu untuk berolahraga.
Warga beralasan, penolakan atas rencana Pemkot untuk pembangunan fasilitas pasar ikan yang dibiayai melalui program IFAD tersebut dikarenakan kekuatiran warga akan dampak yang muncul akibat pembangunan itu nantinya.
Tokoh masyarakat Nunhila, Oki M. Raja Wele bersama warga lainnya kepada wartawan, Senin (28/9) menilai rencana Pemkot membangun pasar ikan di lokasi lapangan voli tidak rasional. Menurutnya, selama ini lapangan tersebut digunakan warga untuk sejumlah kegiatan baik olahraga, keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Selain itu lanjutnya, keberadaan tersebut yang nantinya berada di tengah pemukiman warga aka berdampak butuk bagi kesehatan warga.
“Ini sangat tidak rasional, bagaimana mungkin buat pasar ikan di tengah-tengah padatnya pemukiman penduduk,” katanya.(rif)

Komentar