Home Hukrim Mau kursus jahit, ABG ini malah dicabuli guru lesnya

Mau kursus jahit, ABG ini malah dicabuli guru lesnya

1129
0
SHARE
lustrasi Pencabulan. ©2016 Merdeka.com

Terasntt.com – Anak Baru gede (ABG) berumur 15 tahun ini bukannya diajari menjahit, tetapi justru dia malah ‘dijahit’ oleh guru lesnya. Adalah ABG berinisial TA alias T (15) mendapat perlakuan pencabulan oleh guru tempatnya kursus menjahit di jalan Merpati, Monang Maning Denpasar Barat, Bali.

Dalam laporannya, TA mengaku kerap di goda selama dirinya belajar menjahit di tempat pelaku. Tindakan terakhir dari pelaku, Taufik Awaludin alias pak Toufik (50) lantaran memaksa korban hingga sampai menyentuh bagian intim.

Pelaku yang seorang duda ini akhirnya dilaporkan oleh keluarga korban yang kebetulan bertetanggaan, Senin (3/10) ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar.

Kanit Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan menjelaskan, pihaknya menindaklanjuti laporan ayah korban bernama Surawi, dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/1419/X/2016/Bali/Resta tgl 01 Oktober 2016.

Menurut dia, dari keterangan awal korban mengaku belajar menjahit kepada pelaku. Di mana saat itu korban sedang dalam kondisi bekerja dan disuruh istirahat ke dalam kamar oleh pelaku.

“Saat korban berada di dalam kamar tiba-tiba pelaku masuk dan merayu korban akan dibeliin HP dan dibuatkan baju sambil memeluk tubuh korban dari belakang dan kemudian jari tangan pelaku dimasukin ke kemaluan korban sekitar 2 menit,” ujar Reinhard dikonfirmasi Senin (3/10) malam.

Dibenarkan bahwa antara korban dan pelaku adalah tetangga rumah. “Mereka kan tetangga dan teman juga si Surawi (ayah korban) dan pelaku ini berteman, kebetulan anaknya korban belajar sama Toufik, dan pelaku sudah kita tangkap di rumahnya,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga sudah memeriksa korban dan pelaku serta ayah korban sebagai saksi. “Kita sudah lakukan pemeriksaan VER dan kita tunggu hasilnya. Untuk tersangka kita sangkakan UU Perlindungan Anak dengan pidana sangat berat tentunya diatas 15 tahun penjara,” pungkasnya.(merdeka.com/gil)

Berikan Komentar Anda.