by

Masyarakat Mengeluh Masih Ada Pungli di Kepolisian

KUPANG, Terasntt.com — Saat ini masyarakat mengeluhkan masih ada dugaan praktek pungutan liar (Pungli) pada institusi kepolisian di NTT. Laporan/pengaduan kepada Ombudsman dugaan pungli pada instansi pemerintah dan kepolisian di NTT bulan Januari – Februari 2017 mencapai 12 kasus.

“ Januari – Februari, masyarakat mengeluhkan sejumlah dugaan praktek pungutan liar (Pungli) pada instansi pemerintahan dan kepolisian sebanyak 12 kasus ke Perwakilan Ombudsman NTT. Untuk instusi kepolisian sebanyak 2 kasus,” kata Kepala Perwakilan Perwakilan Ombudsman NTT Darius Beda Daton melalui Asisten Bidang Penyelesaian Laporan, Ola Mangu Kanisius ketika dihubungi terasntt.com di Kupang, Rabu (08/03/2017).

Tahun 2016 total laporan masyarakat terkait pungli sebanyak 44 kasus, institusi kepolisian menempati urutan pertama dengan 9 kasus dugaan pungli.

Tahun 2017 dugaan pungli masih dikeluhkan masyarakat berlangsung pada fungsi lalu lintas (lantas), yakni pelayanan SIM dan pelayanan pengujian keabsahan BPKB Mobil.

“ Kita terus berkoordinasi dengan Dirlantas Polda NTT untuk perbaikan sistem pelayanan. Juga dengan Irwasda selaku Ketua Pelaksana Unit Satgas Saber Pungli NTT dalam rangka kerjasama penindakan dugaan praktek pungli yang dikeluhkan  masyarakat pada bulan Januari – Februari tahun 2017 ini,” jelas Ola Mangu.

Ombudsman NTT berharap angka pungli pada setiap lingkup penyelenggaraaan pelayanan publik di NTT, segera berkurang dari waktu ke waktu. Oleh karena pelayanan yang baik terhadap masyarakat merupakan kewajiban yang harus diberikan penyelenggara negara.

Untuk itu, Lanjut Ola Mangu, diharapkan kerja sama semua pihak dalam pencegahan dan pemberantasan pungli, demi mewujudkan pelayanan kepada masyarakat yang bebas pungli. (raf)

Comment

Berita Terbaru