oleh

Masalah Nasipanaf Sedang Diproses Pemerintah Pusat

Komisi I DPRD NTT menggelar RDP dengan Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT

Kupang, teras-ntt.com — Masalah batas wilayah antara Pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang di Nasipanaf tidak serumit seperti kabupaten lain. Tahapan penyelesaian batas kedua wilayah ini sudah diproses dan sampai di tangan Pemerintah Pusat.

” Karena ada pandemi corona virus atau covid-19 makanya belum bisa diproses lebih lanjut,” Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT, Linus Lusi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD NTT, Kamis (25/6/2020).

Menurut Lusi secara regulasi, Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamadya Kupang, namun penduduk tiga desa masing – masing Panfui Timur, Baumata Barat dan Baumata Utara yang masuk Kabupaten Kupang terbagi, sebagian besar masuk Kota Kupang.

Menurutnya, ketiga desa tersebut dibentuk pasca Kota Kupang berdiri, contoh Penfui Timur dibentuk tahun 2012, wilayah di Bundaran Undana ruas Jalan Piet Tallo, sebelah kiri bundaran Undana sampai Unika dan seminari Tinggi St. Mikhael, Seminar Claret dan Bandara El Tari.

” Esensi ini teknis maka bersama kedua pemerintahan, kami bahas bersama di Bogor tanggal 3-5 Oktober 2019. Kedua pemerintah berkeinginan untuk bersama pemerintah Provinsi meninjau fakta lapangan ulang. Agar tiga pilar yang ditanam oleh Pemkab Kupang di depan Bundaran Undana, Basarnas dan Seminari Claret perlu diclearkan dulu oleh dua pemerintahan ini,” ujarnya.

Pihak Provinsi, lanjut Lusi, memfasilitasi untuk duduk kembali mengambil jalan tengah yang seperti apa.
“Karena faktanya bandara sebagian besar masuk Kota Kupang. Batas tanah bandara terpagar semua dan dibatasi oleh jalan yang belum beraspal dari Nasipanaf Kota Kupang melewati Matani dan keluar di samping Seminari Tinggi St. Mikhael

Menurutnya, pihak Pemkab Kupang masih keberatan dengan merujuk pada undang – undang pembentukan Kota Kupang.

” Karena itu Bupati Kupang dan Walikota Kupang meninjau fakta lapangan ulang dan minta bapak gubernur putuskan, bandara masuk di mana dan tiga pilar tersebut oleh Pemkot Kupang dicabut bersama-sama karena masuk wilayah Kota Kupang,” tandasnya.

“Keputusan ini tertuang dalam berita acara dengan nomor 55/ BAD III/X/2019 tanggal 5 Oktober 2019 di Sahira Butik Hotel Bogor” lamjutnya.

Tiga pilar dicabut maka Desa Penfui Timur, Baumata Utara dan Baumata Barat terbelah. Bagian Timur masuk Kabupaten Kupang dan Barat masuk Kota Kupang.

Menurutnya dalam tahun 2020 ini masalah batas wilayah antara Pemkot Kupang dan Pemkab Kupang akan segera dituntaskan.

” Target kita tahun 2020 ini masalah batas wilayah antara Pemkot Kupang dan Pemkab Kupang akan kita tuntaskan,” ujarnya. (m45)

Komentar

Berita Terbaru