Home Daerah Makris, Nelayan Manubelen Tewas Tenggelam

Makris, Nelayan Manubelen Tewas Tenggelam

1427
0
SHARE
Makrid Nupu, sebelum tewas tenggelam

OELAMSI, Terasntt.com — Warga Desa Manubelen, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Makris Nupu (22) tewas tenggelam saat melaut, Sabtu (10/6/2016). Saat kejadian korban bersama seorang warga lain, Yulen Nyola (21) baru berlayar 200 meter dari bibir pantai, namun tiba – tiba perahu mereka diterpa gelombang dan anging kencang hingga karam lalu tenggelam.

” Saat itu mereka berusaha memutar perahu untuk kembali kedarat namun gelombang sangat besar dan anging begitu kencang hingga perahu tenggelam. Saat itu korban terseret arus hingga menghilang sementara rekannya Nyola berhasil menyelamatkan diri,” kata Camat Amfoang Barat Daya Oktovianus Bire ketika dihubungi, Senin (13/6/2016).

Oktovianus Bire menurutkan sesaat kejadian, ia mendapat laporan dan langsung menghubungi Tim Basarnas NTT di Penfui. Dan saat itu juga langsung menurunkan 8 orang personil ke Manubelon untuk mencari korban dengan berbagai peralatan.

Tim Basarnas yang dipimpin Hendri Fayol berusaha mencari korban menggunakan, perahu karet yang dilengkapi tabung oksigen, namun sia – sia karena gelombang sangat besar.

Korban baru ditemukan, Senin (13/6/2016) sekitar pukul 9.00 wita oleh nelayan lempara berjarak sekitar 1,5 mill dari bibir pantai.

Hal tersebut langsung diinformasikan ke Basarnas untuk mengevakuasi dan membawa jazad korban ke Puskesmas setempat untuk menjalani visum sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Menurut Bire, korban adalah anak pertama dari 3 bersaudara pasangan bapak Alex Nupu dan ibu Isabela Haubenu yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan.

Masyarakat setempat cukup mengenal sosok Makris Nupu sebagai seorang nelayan aktif sejak SMA dan dia gemar melaut dan mencari ikan yang dijual kepada masyarakat di wilayah Amfoang Barat Daya.

Sebelumnya, tahun 2012 juga terjadi kasus yang sama 3 orang meninggal dunia saat berenang dipesisir pantai manubelon. Dua orang Guru SM3T dan satu orang siswa tewas tenggelam saat piknik bersama dan berenang dilaut tersebut.

Naas, karena jasad 2 guru SM3T asal Bali dan Jawa tersebut hingga kini tidak ditemukan, sementara jadad siswa SMA ditemukan 1 minggu setelah kejadian dengan kondisi rusak.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.