oleh

Makan Jagung Bukan Berarti Miskin

KUPANG, Terasntt.com — Berdasarkan data hingga bulan April 2015 produksi Jagung di NTT meningkat hingga 6000 ton lebih. Diperkirahkan akhir tahun mencapai 7000 ton lebih.
” Itu baru jagung, kita belum bicara kacang – kacangan, umbi – umbian dan lain. Ini harus diluruskan soal pangan karena kita selalu pikir tentang beras. Ada juga soal jagung harus terus menerus kita kampanyekan. Saya mengajak teman – teman wartawan kita kampanyekan, makan jagung bukan berarti miskin. Makan jagung itu martabat tidak turun, justru martabat kita naik karena makan dari hasi kerja keras sendiri. Itulah martabat,” tegas Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam jumpa pers di alun – alun rumah jabatan, Minggu (16/8/2015).
Selain itu Lebu Raya juga mengatakan soal kekeringan yang kini melanda NTt.
” Masalah kekeringan terjadi dimana – mana dan elnino akan berpengaru besar. Tapi kemarin saya baca satu dipamol bisa mengcounter elnino. Kalau ketersediaan pangan di NTT sampai saat ini cukup. Di Gubernur masih 200 ton, setiap bupati mempunyai kewenangan 100 ton dan jika kurang akan ditambah,” katanya.(mas)

Komentar