oleh

Longsor Di Km 18, Jalan Trans Flores Ende – Sikka Terancam Putus

Kupang, teras-ntt.com — Cuaca ektrim sejak dua hari terakhir mengakibatkan longsor di Km 18 dan mengancam jalan trans Flores Ende – Sikka ini terputus. Setiap pengendara baik roda dua maupun roda empat perlu ekstra hati – hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Melihat kondisi ini, Ketua Fraksi Golkar DPRD Ende Maria Magy Sigasare menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada melintasi ruas jalan trans Flores terutama di km 18 yang terjadi longsor akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim.

” Memang saya tidak melihat langsung kondisi longsor di km 18 tetapi melihat dan mencermati video yang dikirim masyarakat kepada saya itu memang longsor nya sangat serius dan butuh penanganan cepat agar ruas jalan ini tidak putus total. Saya meminta agar pemerintah daerah dan provinsi berkoordinasi untuk penanganannya secara cepat dan tuntas,” kata Magy Sigasare sapaan Maria Magy Sigasare saat dihubungi wartawan melalui ponselnya dari Kupang, Minggu (4/4/2021)

Menurutnya untuk mengantisipasi tingginya curah hujan saat ini masyarakat juga harus siaga bencana. Dan rajin mengupdate informasi terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang prediksi cuaca dan juga analisisnya. 

Dengan mengetahui prakiraan cuaca dan analisisnya,  lanjut Magy diharapkan masyarakat dapat melakukan upaya antisipatif. Minimal memahami tentang apa yang seharusnya dilakukan awal jika misalnya terjadi bencana untuk meminimalisir akibat atau dampak yang timbul.

” Saya himbau kepada  masyarakat tetap ikut siaga jika terjadi bencana mendadak yang tidak bisa diprediksi. Minimal mengetahui info dan prakiraan terbaru dari BMKG, sehingga bisa paham apa yang harus dilakukan awal jika terjadi bencana. Tentunya, selain karena kondisi geografis, bencana juga disebabkan perubahan iklim yang mengkhawatirkan kita semua. Ditambah lagi jika air laut pasang, hujan deras, air sungai meluap, tanah longsor dan lain sebagainya,” tandas Magy.

Magy meminta Kepada Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar terus mengoptimalkan upaya preventif, mengantisipasi bencana yang sangat berpotensi. Seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang. Bersinergi dengan TNI/Polri juga kelompok relawan bencana,  PMI maupun organisasi masyarakat, bersatu-padu menghadapi kesiapsiagaan bencana dari semua lini.

Untuk jangka panjangnya Magy berharap Pemerintah Daerah segera koordinasikan dengan Pemprov/ Pemerintah Pusat yang berkaitan dengan kewenangan sesuai aturan dan ketentuan.  Misalnya jalan Trans Lintas Flores yang merupakan Jalan Provinsi maupun Jalan Nasional. Tapi yang paling penting sekarang  adalah penanganan tanggap darurat yang harus dilakukan.(mas)

Komentar