oleh

Lima Desa Terpencil di Belu Siap Akses Internet

ATAMBUA, Tersantt.com — Lima desa di Kabupaten Belu menjadi contoh desa pengakses internet melalui program broandband bantuan Pemerintah Pusat. Program tersebut dapat mengakses internet dengan jaminan konektivitas always –on dan memberikan pelayanan terbaik berdasarkan nilai Qualitif experience dari pengguna.
Demikian disampaikan Kepala Sub bidang khusus Kementrian Komunikasi dan Informasi, Drs Dadang Irwanto saat pembukaan pelatihan dan pendampingan implementasi ekosistem Desa Broandband terpadu di Atambua, Rabu (12/8/2015).
Irwanto didampingi, Kabid Komunikasi dan Informatika, Djitro DJ. M serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu Frederikus Andrada SH, mengatakan bahwa kehadiran jaringan internet memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat.
” Kita menginginkan masyarakat bisa mengakses hal-hal yang berhubungan dengan pertanian dan informasi penting lain secara luas. Ini merupakan tanggung jawab dari Kementria Komunikasi dan Informasi,” tegasnya.
Irwanto mengatakan, bahwa program Nawa Cita ini merupakan, hawa atau napasi baru dalam programnya Bapak Jokowi dengan tujuan agar masyrakat perbatasan bisa bebas dari masalah telekomunikasi sekaligus sebagai jembatan penghubung antara Pemerintah Pusat dan daerah dalam hal telekomunikasi,” katanya.
Sementara Djitro DJ M, mengatakan, saat ini pihaknya meninjau beberapa desa tertinggal yang akan di jadikan model awal program Broandband ini.
” Ada lima desa yang sementara ini di persiapkan diantaranya, Desa Silawan, Desa Tastim, Desa Tohe Desa Duarato Desa loonuna. Indikatornya diukur dari tingkat aktivitas masyarakat di desa tersebut seperti ketersediaan pasar dan layanan kesehatan,” katanya,(Ito).

Komentar