Home Daerah Lewat Masa Kontrak, Proyek Gedung Inspektorat TTU Belum Rampung ...

Lewat Masa Kontrak, Proyek Gedung Inspektorat TTU Belum Rampung n : CV. Berkat Mandiri Terancam di Black List

1181
0
SHARE
Foto : Yudith Taolin

KEFAMENANU, Terasntt.com — Hingga akhir masa kontrak proyek pembangunan gedung inpspektorat Kabupaten TTU tanggal 8 Desember 2015 pekerjaanya belum rampung. CV. Berkat Mandiri selaku pelaksana proyek sudah tiga kali mengajukan addendum, namun hingga saat ini belum juga diselesaikan.

Pantauan Terasntt.com, proyek terletak di Km 9, Sasi dengan nilai kontrak Rp RP.2.100.555.000,- masih dikerjakan.

Dan berdasarkan papan proyek yang dipancang di depan gedung itu mencantumkam masa kontrak Proyek tersebut 85 hari kalender terhitung sejak tanggal 15 September – 8 Desember 2015.

Meskipun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah memperpanjangan waktu kerja selama 50 hari kalender hingga 20 Februari 2016, CV Berkat Mandiri sebagai kontraktor pelaksana fisik proyek belum mencapai 100 persen.

Sementara perpanjangan waktu tersebut untuk memberi kesempatan kepada kontraktor agar tidak masuk dalam daftar hitam (Black List).

Memasuki bulan April 2016, PPK belum memberi denda atau sanksi sesuai perundang – undangan yang berlaku.

Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, mengatakan akan memperhatikan masalah ini.

Kobes menilai, jika sudah adendum waktu pun pekerjaan belum selesai, harus ditindak tegas.

“Masalah pembangunan kantor Inspektorat kalau sudah adendum waktupun belum selesai dikerjakan, maka sikap Pemda TTU yang tepat adalah melakukan PHK dengan rekanan atau pemborong yang menang tender,” tegas Kobes.

Selain berjanji akan mengkomunikasikan dengan pihak Inspektorat, Kobes juga berharap pihak DPRD TTU bisa melakukan control dan evaluasi selama pekerjaan berjalan.

“Saya akan komunikasikan dengan pihak Inspektorat agar segera melakukan PHK sesuai ketentuan yang berlaku. Saya juga sangat berharap, secara bersama – sama pihak DPRD TTU bisa menjalankan fungsi controlnya sehingga dapat dievaluasi sejak awal pelaksanaan sampai dengan tuntasnya proyek – proyek fisik itu,” ujarnya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Goris Asten yang dihubungi pertelepon selama proyek pembangunan kantor Inspektorat bermasalah hingga berita ini diturunkan, tidak perna merespon untuk dikonfirmasi.

Terkait kasus pembangunan kantor Inspektorat tak kunjung rampung meski sudah diaddendum sebanyak tiga kali, hingga pihak Kejaksaan Negeri Kefamenanu melakukan tindakan awal pemeriksaan gedung yang belum rampung dikerjakan itu.
Pasalnya sejumlah informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa nara sumber menyatakan CV Berkat Mandiri sudah di PHK, namun kenyataan di lapangan (lokasi pembangunan), puluhan tenaga pekerja masih terus beraktifitas.

Informasi lain yang berhasil dihimpun wartawan, sejumlah pekerja bangunan yang didatangkan dari Makasar telah pulang tanpa dibayar.
Sementara belasan tenaga kerja baru yang direkrut pengawas proyek Demis Fanggidae wartawan, Jurnal NTT, menggantikan pekerja lain yang sudah pulang, juga mengaku bahwa hingga saat ini para pekerja yang sebagian besar adalah mahasiswa, juga belum dibayar.

Diduga kuat ada permainan dalam kasus proyek ini, antara Panitia tender dengan PPK dan direktur CV. Berkat Mandiri, Ongky J Manafe asal Kota Kupang.

Masih berdasarkan info yang yang dihimpun media ini, bahwa dalam proses tender terdapat seorang anggota panitia yang tidak bersedia menandatangi kesepakatan tender.

Untuk diketahui, ketua panitia tender proyek tersebut, Udo Kobesi dan Sekretaris Yuven Reku. Dan satu anggota yang sempat menolak (meskipun akhirnya ikut menandatangi) tender yakni Frans Sanbein.(dit)

Berikan Komentar Anda.