Home Olahraga Lestarikan Budaya Melalui Desa Adat

Lestarikan Budaya Melalui Desa Adat

844
0
SHARE

OELAMASI, Terasntt.com — Pemerintah Kabupaten Kupang memahami pentingnya pelestarian nilai – nilai budaya di daerah. Untuk itu budaya yang ada perlu dilestarikan melalui pembentukan Desa Adat. Salah caranya merubah status desa menjadi desa adat.

” Tingkatkan dan lestarikan budaya daerah melalui desa adat. Untuk itu perlu ada identifikasi untuk menetapkan sebuah desa menjadi desa adat,” kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki ketika membuka kegiatatan identifikasi di Aula Kantor Bupati setempat, Senin (15/5/2017).

Kegiatan ini Wakil Bupati Kupang Korinus Masneno, Asisten I Meserasi Ataupah dan Kabag Kemasyarakatan Ny. Florence Lulan

Titu Eki mengatalan, bahwa negara memberikan penghargaan terhadap budaya dan kearifan lokal yang ada pada masyarakat, termasuk di dalamnya pembentukan desa adat.

” Hal ini penting untuk menjamin hak hidup dan budaya masyarakat yang beragam dan memiliki keunikan tersendiri. Kini sudah ada 13 desa adat yang telah diidentifikasi dan berhak untuk disahkan menjadi desa adat di Kabupaten Kupang. Ini telah berproses sejak tahun 2016 dan menunggu disahkan melalui Pergub,” katanya.

Menurutnya, menjadi desa adat mempunyai banyak keistimewaan dimana segala aturan dan tata kehidupan di desa tersebut diakui menggunakan hukum dan adat yang berlaku sehingga menjadi keunikan dan kekhasan tersendiri.

Kendati demikian, lanjutnya tidak semua desa dapat dirubah statusnya menjadi desa adat karena akan melalui proses indetifikasi dan verifikasi hingga akhirnya ditetapkan menjadi desa adat.

“ Saya tidak ingin saat ditetapkan menjadi desa adat, justru kekayaan budaya, adat dan hak-hak tradisional di desa tersebut tidak ada. Padahal keunikan desa adat ini menjadi daya tarik dan daya pikat dunia luar untuk melihat serta belajar dari desa adat ini,” ungkapnya.

Ia berharap identifikasi dan verifikasi yang dilakukan oleh tim pakar Universitas Nusa Cendana masing – masing Dr. Aziz dan Master Primus Lake menghasilkan perubahan status desa – desa adat yang berkualitas.

Sementara itu Wakil Bupati Korinus Masneno dalam arahannya juga menyatakan sangat mendukung pembentukan desa-desa adat di Kabupaten Kupang. dengan terseleksinya 13 desa adat yang menjadi motivasi dan gambaran kehidupan masyarakat yang terkonsep dengan baik karena menjalankan hukum adat yang berwibawa.

Ia juga berharap kedatangan tokoh masyarakat dan tokoh adat pada kegiatan ini menjadi corong dengan memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakatnya sehingga sadar, paham fungsi desa adat itu sendiri.

Masneno berpendapat, bahwa hukum adat jika dilaksanakan dengan baik memberikan faedah dan manfaat yang luar biasa, termasuk dalam penyelesaian masalah sehari-hari secara tuntas tanpa harus bertele-tele.

Demikian juga, Kabag Kemasyarakatan Kabupaten Kupang Florence Lulan, dalam laporannya menyatakan bahwa aturan memungkinkan pembentukan, penghapusan desa adat serta perubahan status desa menjadi desa adat sedang dalam tahap perubahan.

Menurutnya, tata kelola atas hukum adat dan hak-hak tradisional pada tatanan penyelenggaraan desa berdasarkan hukum adat, mandiri dan tetap mendapatkan hak-haknya termasuk dana desa. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang hadir dapat berdiskusi serta memahami syarat-syarat pembentukan desa adat terkait tata kelola hukum adat dan hak-hak tradisional.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.