Home Pariwisata Lebu Raya, Minta Event Berskala Internasional Digelar Setiap Tahun

Lebu Raya, Minta Event Berskala Internasional Digelar Setiap Tahun

689
0
SHARE
Foto : Istimewa

WAINGAPU, Terasntt.com –Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, meminta Pemerintah Kabupaten/ Kota sedaratan Flores, Sumba dan pulau Timor agar menggelar satu event tahunan berskala nasional dan internasional setiap tahun. Dengan demikian, dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke NTT, sekaligus mendukung pembangunan sektor parawisata di provinsi NTT.

Permintaan ini disampaikannya ketika membuka dan melepas parade 1001 kuda sandalwood (kuda sumba-red) dan festival tenun ikat tradisional, di Suwembak Matawai, kota Waingapu, Senin (3/7/2017) pagi.

” Kita harus berupaya untuk menjual “Nusa Tenggara Timur” dalam konteks sektor pariwisata agar dapat memicu perhatian dunia terhadap berbagai potensi yang dimiliki NTT. Misalnya, saat ini lewat parade kuda sandalwood dan festival tenun ikat tradisional dapat mengundang perhatian wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke NTT,” kata Lebu Raya, di hadapan peserta dan undangan yang hadir serta para pejabat yang tergabung dalam Forkopinda NTT, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Bupati SBD, Ketua TP PKK dan Dekranasda SBD, Forkopimda kabupaten Sumba Timur, sejumlah pimpinan SKPD lingkup pemprov NTT dan masyarakat setempat.

Kata Gubernur, awalnya telah disepakati bersama untuk menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata dan hal ini seiring dengan kebijakan Presiden RI Joko Widodo, menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebab itu, lanjut Lebu Raya, hal yang paling penting adalah harus gencar lakukan promosi. Tanpa promosi maka orang tidak akan mengenal NTT dan marilah jangan segan-segan untuk mempromosikan daerah ini.

” Saya selalu minta kepada pimpinan dan anggot DPRD untuk mendukung kegiatan seperti ini. Setiap tahun memang kita harus lakukan promosi sambil mempersiapkan infrastruktur yang baik, seperti jalan, jembatan, sarana air bersih dan perhotelan termasuk menyiapkan kuliner yang menarik wisatawan,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa parade 1001 kuda sandalwood dan festival tenun ikat di pulau Sumba, memiliki makna penting terutama selain akan menjadi event tahunan juga mendorong masyarakat Sumba untuk memelihara dan menjaga populasi ternak kuda agar jangan sampai punah.

Sedangkan untuk tenun ikat lanjutnya, terus dilestarikan dan dapat menjadi nilai ekonomi yang dapat mendukung perekonomian masyarakat dan keluarga.

Ia menilai tenun ikat selama ini dipandang dari sisi sosial budaya dan hendaknya harus ditingkatkatkan pemanfaatannya kearah perekonomian. Misalnya, produk tenun ikat ditingkatkan nilainya menjadi produk turunan yang bernilai ekononi, seperti dompet yang dibuat dari tenun, tempat tisu dari tenun, tas tenun dan lainnya.

Sementara Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora, dalam sapaannya menyampaikan terimakasih kepada pemprov NTT yang mulai menjadikan Sumba Timur sebagai tempat pembukaan pertama dari rangkaian kegiatan parade 1001 kuda sandalwood dan festival tenun ikat tradisional yang akan berlangsung hingga 12 Juli 2017 pada puncak acara di Tambolaka.
” Sumba Timur yang dikenal dengan kuda sandalwood dan tenun ikat perlu diperkenalkan kembali dan diangkat dan menjadi perhatian dunia internasional. Bagi kami orang Sumba, ternak dan kain tenun merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehiduan sosiL budaya setiap hari dan menunjukan harga diri bagi orang Sumba,” tegas Mbilijora.

Menurutnya, khusus tenun ikat di Sumba sudah ada sejak masa lampau dengan kegiatan menenun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sandang dan juga dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Sedangkan Kepalaa Dinas Pariwisafa NTT, Marius Ardu Jelamu selaku ketua panitia, mengatakan ada sejumlah branding internasionl yang terdapat di tiga pulau besar di NTT, yaitu selain destinasi wisata dan ekonomi kreatif di Flores juga digelar event berskala infernsional, seperti Tour de Flores Yang dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke NTT.

Pulau Sumba, kata Jelamu, telah menciptakan branding baru selain megalitik dan atraksi budaya pasola, juga mampu ciptakan branding internasional serta memperkuat branding yang sudah ada seperti parade 1001 kuda sandalwood dan festival tenun ikat pada 12 dan 13 Juli 2017 di Tambolaka.

Dijelaskannya, pemerintah dalam upaya mendatangkan wisatawan domestik dan internasional, melalui berbagai cara dalam memperkenalkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan yang akan memperkuat sektor ekonomi di NTT. (*/mas)

Berikan Komentar Anda.