Home Daerah Lebu Raya : Hampir Tak Ada Keluhan Rawan Pangan

Lebu Raya : Hampir Tak Ada Keluhan Rawan Pangan

725
0
SHARE
Foto : Isimewa

KUPANG, Terasntt — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, keluhan rawan pangan dari masyarakatnya sudah berkurang. Hampir tak ada keluhan sejak 3 hingga 4  tahun terakhir.

” Saya bersyukur  karena hampir tidak ada orang yang teriak rawan pangan dalam waktu 3 – 4 tahun belakangan ini,” katanya di selah perayaan Natal Oikumene NTT 2016 di Millenium Ballroom Kupang, Jumat (6/1/2017).

Dihadapan ribuan umat, juga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Kepolisian Daerah, TNI, tokoh lintas agama masing – masing, MUI, Uskup Agung Kupang, pendeta, tokoh  Hindu, Budha, Lebu Raya menyikapi  informasi yang yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa NTT berada di urutan ketiga provinsi termiskin se-Indonesie, setelah Papua dan Papua Barat.

BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 160 orang dalam kurun waktu tujuh bulan dari Maret 2016 yang mencapai  1.149.920 orang atau 22,01 persen menjadi 1.150.080 orang atau 22,19 persen pada September 2016 dari total penduduk 5,3 juta jiwa.

Walau demikian, lanjut Lebu Raya yang dijelaskan BPS, perkembangan tingkat kemiskinan di NTT selama lima tahun terakhir sejak September 2010 hingga September 2016 mengalami penurunan secara perlahan.

” Kepala BPS bilang bahwa jika dibandingkan daerah lain NTT meraih peringkat ke tiga se -Indonesia. Saya bilang bahwa NTT jangan dibandingkan dengan daerah lain karena input pembangunan berbeda,” tegas Lebu Raya.

Menurutnya, semenjak republik Indonesia berdiri, input pembangunan antara satu daerah dengan yang lain berbeda – beda sehingga outputnya juga berbeda pula.

” Kita jangan melihat outputnya saja tanpa jujur melihat input yang pernah diberikan. Kalau input diberikan sama untuk semua daerah, mungkin, mungkin saja kondisi NTT tidak seperti sekarang,” katanya.

Ia menilai, kondisi tersebut merupakan salah satu dinamika pembangunan yang dihadapi sehingga dia mengajak semua elemen masyarakatnya agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan.

Dia menambahkan, berbagai isu lain juga terus berkembang dan dikembangkan salah satunya terkait radikalisme dan terorisme.

” Kita harus terus waspada. Yang paling penting bagi kita ialah  tetap menjaga kerukunan di daerah ini, jaga keutuhan di negeri ini,” demikian tegasnya.(raf)

Berikan Komentar Anda.