oleh

Layanan PLN Buruk, Pengusaha Batal Investasi di Kupang

KUPANG, Terasntt.com — Akibat layanan PLN buruk dan sering terjadi pemdaman, salah satu investor PT Yasindo Utama batal berinvestasi di Kabupaten Kupang. Perusahaan ini sudah membangun gedung smelter Mangan namun dibiarkan begitu saja karena ketiadaan pasokan listrik.
” Hal paling prinsip adalah masalah listrik, ibarat aliran darah dalam tubuh. Jika alirannya tidak lancar akan terjadi kejang – kejang. Membangun ekonomi di daerah tidak hanya mengandalkan sektor primer atau pertanian, tetapi juga dari sektor industri yang berkaitan dengan kelitrikan. Hal ini tidak bisa jalan, jika pasokan litrik sangat terbatas,” kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, ketika menggelar jumpa pers di Restaurant Nelayan, Kupang, Sabtu (5/9/2015).
Titu Eki didampingi Sekda Kupang, Hendrik Paud dan Kabag Humas Stef Baha menyatakan, pihaknya tiba – tiba berbicara soal Listrik karena kesal dengan pihak PLN yang perna menjanjikan, jika dia mengizikan, akan dibangun PLTU di Bolok dengan kapasitas 2 x 35 mega watt.
” Suatu ketika seorang pengusaha listrik datang di Kabupaten Kupang dan saya menanyakan soal PLTU Bolok, dia menjelaskan PLTU itu hanya berkapasitas 12 mega watt dan yang sudah dibangun hanya 8 mega watt saja dan sering mati – hidup. Lalu bagaimana dengan yang dijanjika 2 x 35 mega watt itu. Apakah hanya janji belaka, PLN harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Titu Eki mengatakan, ketika PLN membangun PLTU Bolong menggunakan batu – bara, sebagai kepala daerah sangat respon karena bisa menjangkau semua masyarakat dan investor dengan tarifnya lebih murah dibandingkan dengan mesin diesel yang digunakan selama ini.
” Saya berharap adik – adik wartawan bisa membantu dan mendorong pihak PLN agar segera mengatasi krisis listrik di NTT dan khususnya Kabupaten Kupang. Harusnya PLN membicarakan sercara terbuka agar kita semua bisa mengetahui pokok persoalan dan jika tidak anggota DPRD bisa mendesak pihak PLN. Jangan diam saja,” tegasnya.
Jika kondisi ini dibiarkan maka investor tidak akan mau berinvestasi.
Menurut dia, Listrik sebagai penentu kebutuhan hidup masyarakat dan tidak bisa terus bersandar pada mesin diesel dengan tarif yan tinggi.
” Siapa yang akan bergairah berinvestasi di Kupang, jika pelayanan PLN seperti begini.
Ada pengusaha yang mau membangun smelter mangan di Kabupaten Kupang, tidak bisa dilanjutkan karena masalah listrik. Kami berharap teman – teman media bisa memperjuangkan agar listrik PLTU ini bisa dimaksimalkan sesuai kebutuhan masyarakat dan investor,” katanya.
Menurut Titu Eki, PT Yasindo Utama sangat serius berinvestasi di Kabupaten Kupang hingga Rp 1,1 triliun, namun keinginan itu masih tertunda akibat keterbatasan pasokan listrik.
” Khusus untuk smelter mangan dibutuhkan lisitrik berdaya 40 mega watt. Agar bisa berinvestasi, pihak manajemen menawarkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 100 mega watt. Dan 60 mega waat-nya akan diserahkan ke pihak lain untuk mengelolanya, ini juga masih terkendala karena tarifnya pasti mahal,” uja Titu Eki.(mas)

Komentar