oleh

KPU Lembata Tetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Pleno penetapan daftar pemilih berkelanjutan oleh KPU Lembata

Lewoleba, teras-ntt.com —  KPU Kabupaten Lembata melakukan pemutakhiran data melalui pleno rekapitulasi dan Penetapan Daftar pemilih berkelanjutan (PDPB), Kamis (6/8/2020) pukul 10.00 Wita. Pemutakhiran data ini dimulai sejak bulan Maret 2020.

Pada kesempatan itu Ketua KPU Kabupaten Lembata Elias Keluli Making mengatakan, bahwa berdasarkan perintah pasal 204 UU Nomor 07 Tahun 2017 tentang pemilihan Umum dan surat Edaran KPU RI, Nomor 181 Tahun 2020 tentang pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, KPU Lembata telah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan bulan Maret hingga Juli 2020.

Keluli juga menjelaskan perkembangan data pemilih kabupaten Lembata yang di sampaikan dalam Pleno rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih berkelanjutan dari bulan ke bulan senantiasa mengalami perkembangan, daftar pemilih Kabupaten Lembata sebagaimana di tetapkan dalam pleno terakhir bulan Juli 2020 sebanyak 82.335 yang terdiri dari pemilih laki-laki : 37.165 dan perempuan 45.170 pemilih atau di tambah 22 pemilih, dari data hasil pleno rekapitulasi data pemilih Lembata bulan Mei 2020 yang di plenokan Juni 2020.

Selain itu lanjut Keluli, naik turunnya jumlah pemilih di Lembata terjadi karena, pendaftaran pemilih belum dilakukan secara masif, ada yang mendapat infomasi dari warga yang diisi, selain itu KPU juga turun langsung untuk mendapatkan data dari beberapa desa terdekat dan data yang bersumber dari informasi media sosial,” tandas Keluli Making.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Siprianus Meru menyampaikan, perkembangan data penduduk Lembata semester 1 tahun 2020.

Jumlah penduduk : 139. 509
Laki2: 67.858, peremp : 71.654
Jumlah wajib KTP 2019 : 92.774 sementara jumlah wajib KTP periode semester 1 2020 sebanyak : 94.838 atau bertambah 2.064 dari jumlah wajib KTP sebelumnya.

Selain itu, Sipri juga menyampaikan, bahwa Dispenduk sudah dan sedang melakukan pendataan langsung dari desa ke desa dengan sistem jebol, tak cuma ke desa. Dispenduk juga sudah turun ke 12 sekolah SMA yang ada.

” Verifikasi data dengan pendekatan NIK, jadi kalau ada penduduk ganda nik langsung ketahuan dan kita proses untuk dapat kepastian. Sekarang kami sudah turun ke desa dan ke 12 sekolah untuk melakukan pendataan penduduk dan pelayanan KTP. Jadi kalau ada warga yg meninggal langsung diproses akta kematiannya. Saya sudah tandatangan ratusan akta Kematian,” ujarnya.

Sipri juga menyampaikan, bahwa terjadi lonjakan penduduk dan pengurusan KTP, karena ada beberapa alasan :

1. Karena urus KTP untuk bisa dapat bantuan tunai, juga proses BPJS.
2. Anak yg mencapai usia 17 tahun.
“Kalau tidak ada kPT mereka tidak dapat bantuan dan tidak bisa urus BPJS”

Kadispenduk juga mengharap dukungan semua pihak dalam rangka kerja pelayanan data penduduk di Lembata. 

Sipri Meru menyampaikan, jikalau telah ada kerja sama dengan KPU dan akan menyampaikan perkembangan data penduduk untuk diproses atau di kelola menjadi data pememilih. Dengan dukungan ini, pemerintah berharap data pemilih Lembata akan semakin akurat.

Hadir dalam pleno ini Ketua KPU kabupaten Lembata, Elias Keluli Making bersama anggota, hadir pula anggota Bawaslu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten, Siprianus Meru, serta para pimpinan Partai Politik.(van)

Komentar

Berita Terbaru