Home Nasional KPK Terus Selidiki Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi

KPK Terus Selidiki Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi

696
0
SHARE
Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi saat diperiksa di gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo menyatakan, penyelidikan dugaan kasus suap yang melibatkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, masih dilakukan hingga saat ini.

Nurhadi diduga terlibat dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengadlan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

KPK telah mengeluarkan surat penyelidikan terhadap Nurhadi dan terus mencari bukti-bukti baru.

Agus mengatakan, status penyelidikan terhadap Nurhadi bisa menjadi penyidikan jika ditemukan alat bukti yang kuat. Namun, kepastian tersebut masih harus menunggu hasil proses penyelidikan.

“Kami masih melanjutkan penyelidikan. Kalau kami sudah menemukan alat bukti yang cukup, ya pasti enggak ada pilihan lagi selain dilanjutkan,” kata Agus di Gedung MA, Jakarta Pusat, Kamis (29/9).

Nama Nurhadi mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Edy Nasution. Berawal dari kasus itu, KPK kemudian menetapkan Nurhadi sebagai saksi.

Ia sempat dipanggil dan diperiksa oleh KPK.

Bahkan, pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 15 Agustus lalu, Nurhadi sempat mengakui bahwa mantan petinggi Grup Lippo Eddy Sindoro pernah meminta bantuannya untuk mengurus salah satu pengajuan peninjauan kembali suatu perkara.

Itu disampaikan Nurhadi saat menjadi saksi bagi terdakwa pegawai PT Artha Pratama Anugrah, Doddy Aryanto Supeno.

Hingga saat ini KPK masih belum menemukan bukti cukup kuat untuk menetapkan Nurhadi sebagai tersangka. Agus pada 20 Agustus lalu mengatakan, penambahan bukti perlu dilakukan agar keyakinan KPK atas dugaan tindak korupsi Nurhadi tidak menurun.

Penambahan data ini, kata dia, bisa berasal dari pemeriksaan yang dilakukan pada empat anggota polisi pengawal Nurhadi. Di samping itu, pihaknya juga telah mengetahui keberadaan bekas sopir Nurhadi yang bernama Royani.

Royani mangkir sebanyak dua kali saat dipanggil KPK sebagai saksi. Ia dikenakan status pencegahan ke luar negeri. (cnn/wis)

Berikan Komentar Anda.