by

Kontraktor Pelaku Sodomi Bocah di TTU Dibekuk Polisi

KEFAMENANU, Terasntt.com —
Satuan Reskrim Kepolisian Sektor Kipukan, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berhasil membekuk seorang kontraktor Yoseph Leu Amol (43) pelaku sodomi DMT (12), kelas VI Sekolah Dasar.

Drama penangkapan berlangsung di rumah tersangka di RT 9/ RW 4, Kampung Haufo’o Kelurahan Nunmafo Insana, Senin (23/5/2016), tanpa perlawanan.

Kapolsek Insana, Ipda I Wayan Sujendra saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap Ose Amol.

“Anggota kami telah menangkap Yoseph Amol alias Ose Amol pada Senin siang. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan dari Ose, di rumahnya yang beralamat di Haufoo kecamatan Nunmafo kecamatan Insana. Kasus percabulan sesuai laporan orangtua yang kami terima, terjadi pada Rabu 18 Mei 2016) di rumah pelaku sendiri,” kata Sujendra

Lebih lanjut, katanya Korban Sodomi ini merupakan anak masih dibawah umur (12). Selama proses BAP berlanjut, pelaku tak bersedia memberi keterangan apapun bahkan tidak mau mengakui perbuatan bejadnya.
Dia katanya masih menunggu pendampingan dari kuasa hukumnya. Meskipun polisi telah memiliki bukti visum dan keterangan lengkap terkait perbuatan pelaku.
Pelaku dijerat pasal 82 (1) UU perlindungan anak Nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak.

Secara terpisah kepada Terasntt.com orangtua korban, YBT (43) mengaku baru mengetahui anaknya mengalami pelecehan seksual, sehari setelah kejadian.

“Awalnya pada tanggal 18 Mei, saya diberitahu istri saya bahwa anak saya sudah bisa melakukan pekerjaan membantu orang tua dan mendapat uang yang lumayan besar Rp 250 ribu. Saya jadinya bertanya – tanya, pekerjaan apa yang sudah bisa dilakukan anak seumur DMT dengan penghasilan sebesar itu. Sayapun berniat menanyakan langsung ke anak saya. Begitu saya tanya, dia menceritakan bahwa dirinya dimintai bantuan oleh pelaku untuk menyimpan beberapa peralatan kerja bangunan seperti sekop, sendok campuran semen, dan lain – lainnya. Saya merasa aneh dan sangat mencurigakan. Saya berniat menanyakan lebih jauh tapi karena sudah malam dan anak saya sudah mengantuk, saya biarkan dia beristirahat. Baru keesokan harinya, Kamis (19/5/2016) sepulang dari sekolah, saya bertanya lagi dan dia menceritakan semuanya ke saya. Saya dan ibunya sangat terpukul dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kiupukan,” tegasnya.

Atas perbuatannya, pelaku digiring dan ditahan di Mapolres TTU guna mengikuti proses hukum lebih lanjut.(dit)

Comment

Berita Terbaru