oleh

Konflik Besipae, Aliansi Mahasiswa Demo Pemprov NTT

Aliansi Mahasiswa di Kupang demo kecam Pemprov terkait kasus Besipae

Kupang, teras-ntt.com — Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Nusa Tenggara Timur menggelar aksi demonstrasi mengecam tindakan Pemerintah Provinsi NTT penggusuran tanpa menyelsaikan konflik dengan masyarakat Pubabu-Besipae. Demo ini berlangsung di jalan Eltari, depan Kantor Gubernur NTT, Kamis (15/10/2020) sekitar pukul 17.30 WITA.

Korlap aksi, Fren Tukan kepada wartawan mengatakan bahwa aksi ini digagas, lantaran situasi besipae kembali mencekam akibat tidak adanya penyelesaian secara baik antara Pemerintah Provinsi dan masyarakat Pubabu-Besipae, Kabupaten TTS hingga semakin memanas.

“ Terkait aksi ini, kami mengecam tindakan kekerasan yang terjadi terhadap masyarakat Pubabu-Besipae. Pihak masyarakat Besipae akan melaporkan kembali intimidasi yang dilakukan aparat yang terjadi hari ini (kamis-red). Laporannya ke Polda. Selain itu, kami juga menuntut pembebasan terhadap bapak Kornelius Nomleni yang dari bulan Agustus belum dibebaskan. Karena pada saat penangkapan tidak ada alasan yang jelas dan tidak ada pemberitahuan atas penangkapan tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan, tindakan represif yang terjadi pada tanggal 18 Agustus 2020 dari penembakan berubah menjadi kekerasan fisik pada tanggal 14 oktober 2020 terhadap masyarakat Pubabu. Kejadian tersebut berawal dari kedatangan rombongan Dinas Peternakan, Pemerintah Provinsi NTT, TNI, POLRI, Pol PP, Preman dan warga dari luar yang dipekerjakan di lahan yang berkonflik dalam hal ini Pubabu-Besipae, tujuan kedatangan rombongan tersebut untuk menanam jenis tanaman Lamtoro serta akan membangun Pos Jaga di kawasan tersebut. Karena konflik Hutan Pubabu belum adanya penyelesaian, maka masyarakat melakukan penolakan atas kehadiraan rombongan yang ingin membangun pos jaga dan akan beraktivitas sampai beberapa hari kedepan.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa alasan masyarakat melakukan penolakan tersebut karena belum adanya penyelesaian konflik dan situasi Covid-19 yang semakin parah, tetapi kemudian direspon dengan tindakan tak manusiawi yang anti rakyat sehingga segala cara dilakukan demi memuluskan kepentingan untuk mengeruk sumber daya alam di setiap pelosok Negeri tak terkecuali di Besipae.

Selain itu, massa aksi menilai bahwa Intimidasi dan perampasan tanah yang terjadi di Pubabu selalu saja dibarengi dengan tindakan yang anti demokrasi, tindakan kekerasan yang dapat mengganggu psikologi anak-anak. Bukan saja hanya pada psikologi, tetapi situasi ini dapat memicu timbulnya penyakit karena sejak tanggal 4 Agustus hingga saat ini masyarakat tidur beralaskan tikar dan beratap tenda. Sejak bulan Februari 2020 masyrakat tidak fokus dalam pekerjaan karena mendapatkan intimidasi sampai saat ini, belum lagi ditambah dengan situasi Covid-19 yang menjadikan kemerosotan ekonomi Global tak terkecuali juga masyarakat yang ada di Besipae.

Aliansi Mahasiswa di Kupang demo kecam Pemprov terkait kasus Besipae

Pantauan teras-ntt.com, aksi yang berlangsung damai ini, mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Daerah (Polda) NTT dan di akhiri dengan membacakan enam tuntutan yang berbunyi sebagai berikut :

1. Mengecam tindakan anti rakyat yang dilakukan oleh aparat Kepolisian, TNI, POL PP dan Preman di Pubabu-Besipae
2. Mengecam tindakan Pemprov NTT yang melakukan penggusuran terhadap masyarakat Pubabu tanpa adanya upaya penyelesaian yang baik.
3. Segera kembalikan/bebaskan Kornelius Nomleni
4. Tarik seluruh aparat keamanan dan preman yang terus melakukan intimidasi terhadap masyarakat Pubabu
5. Hentikan pembangunan sebelum ada penyelesaian konflik
6. Jalankan reforma agrarian sejati dan bangun Industry Nasional.(ran)

Komentar

Berita Terbaru