by

Klarifikasi Anggota Backingi Judi, Pejabat Kodim 1618/TTU Turun ke TKP

KEFAMENANU, Terasntt.com — Setelah mendapat informasi dugaan adanya keterlibatan Danramil 06/Biboki Anleu Kapten R, dalam kasus perjudian sabung ayam di desa Tuamese Ponu Kecamatan Biboki Anleu, Danunit Intel, Letda Inf Wayan Saputra dan Kasdim 1618/ TTU, Mayor Inf Nanang Soelistyo turun langsung ke  Koramil untuk mengecek kebenarannya, Selasa (3/1/2017) pagi. Kedua pejabat ini  mengundang sejumlah masyarakat Desa Tuanmese yang terlibat dalam kasus tersebut untuk menggali informasi lebih dalam.

Pertemuan yang berlangsung di Koramil 06, Biboki Anleu dihadiri Kades Tuamese dan beberapa warganya yang diduga terlibat dalam kasus judi tersebut, masing – masing Doris selaku pemain, Yorman Hima Radja selaku koordinator dan Lamber selaku pemungut uang.

Dalam kesempatan tersebut Nanang Soelistyo menanyakan seputar judi dan  kebenarannya serta dugaan  oknum TNI yang membackinginya.

Dari hasil klarifikasi tersebut,  Nanang Soelistyo menyampaikan bahwa beberapa warga yang diundang itu mengakui adanya perjudian pada Minggu (1/1/2017) namun membantah selaku penyelenggara dan  dibackingi Danramil 06, Biboki Anleu Kapten R.

” Para pemuda mengakui kebenaran informasi berlangsungnya judi sabung ayam pada Minggu (1/1/2017). Mereka mengaku menyelenggarakan judi sabung ayam dengan taruhan uang mulai dari Rp 500 ribu hingga RP 1 juta sekali pasang. Namun mereka membantah informasi dan pemberitaan di media menyangkut backingan oleh Danramil 06/Bian Kapten R. Justru menurut mereka, ketika mendapat khabar  mobil dinas Danramil menuju ke lokasi judi mereka langsung membubarkan diri. Para penjudi juga mengaku selama ini bermain judi ayam di wilayah Atambua,” katanya.

Meskipun hasil klarifikasi menyatakan tidak ada keterlibatan oknum anggota TNI, namun  Wayan Saputra dan  Nanang Soelistyo dengan tegas menyatakan akan terus mengecek kebenaran informasi dan pemberitaan terkait dugaan keterlibatan oknum anggota TNI, Kapten R.

” Kami akan terus mengecek kebenaran informasi ini dengan mengumpulkan data dan informasi dari semua pihak,” lanjut  Nanang tegas.

Usai melakukan klarifikasi dengan semua pihak, Wayan Saputra dan Nanang Soelistyo berkesempatan mengumpulkan seluruh anggota Koramil 06/Bian  dan memberikan pengarahan tentang perjudian ayam yang terjadi di wilayah Koramil 06 dan selanjutnya mengecek lokasi sabung ayam di desa setempat.

Dan saat itu juga beberapa warga desa Taumese menghubungi wartawan Terasntt.com untuk meyakinkan bahwa Danramil 06/Bian adalah Danramil terbaik yang tidak pernah terlibat judi dan tidak pernah muncul dengan kendaraan Dinas di lokasi perjudian atau rumah pemungut uang sewa kandang tempat sabung ayam seperti yang diberitakan.

Para penelpon juga mengaku sebagai tokoh masyarakat dan pemuda desa Tuamese  menganggap kehadiran Danramil 06/Bian Kapten R justru memberikan rasa nyaman untuk seluruh warga desa Tuamese.

Sementara nara sumber sebelumnya berinisal “A” kembali  dikonfirmasi tetap pada pendiriannya, bahwa kasus perjudian itu diijinkan Danramil 06/Bian dan dipungut biaya langsung sebesar RP 100 ribu oleh AL/R sebagai uang sewa tempat.(dit)

Berita sebelumnya, https://www.teras-ntt.com/sabung-ayam-di-ttu-diduga-dibackingi-tni/

Comment

Berita Terbaru