by

Ketua PGRI : Terapkan UU Perlindungan Guru

KUPANG, Terasntt.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kupang, Okto Ouwpoli, mengatakan semua guru telah menyatuhkn komitmen untuk mendorong diberlakukannya Undang – Undang Perlindungan Guru. UU ini harus diberlakukan mengingat selama ini guru terus dibayang-bayangi ketakutan dengan adanya Undang – Undang perlindungn Anak.

” UU perlindungan itu harus diberlakukan untuk melindungi guru. Selama ini kami guru selalu dibayang – bayangi oleh UU perlindungan anak,” kata Okto pada puncak acara peringatan HUT PGRI ke 71 dan HUT Guru Nasional ke 22, di Gedung Olaragah (GOR), Oepoi, Kupang, Jumat (25/11/2016).

Pada kesempatan itu, Okto juga meminta perhatian pemerintah terhadap kesejateraan guru terutama bagi guru – guru honor yang sudah lama mengabdi tapi belum sepenuhnya diperhatikan.

” Selama ini Pemerintah dinilai belum serius dalam memperhatikan jesejahtraan guru honor yang sudah lama mengabdi,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny Litelnoni, Pelaksana Tugas Wali Kota, Yohana Lisapally dan ribuan Guru-Guru dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Pada kesempatan yang sama, Litelnoni memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada para guru se NTT, atas pengabdian dan kontribusinya dalam menjalankan misi mulia, mencerdaskan kehidupan bangsa.

” Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru karena telah berjasa dalam mencerdaskan kehidupan bagsa. Tanpa guru, kita tidak akan berdiri di sini,” tegas Litelnoni.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 16, yang juga Ketua Panitia Penyelengara, Beny Mauko nengatakan, spirit pringatan HUT PGRI dan HUT Guru Nasional pada tahun ini diharapkan mampu mempersatukan para guru dalam membangun komitmen untuk berkarya demi mewujudkan cita-cita mulia, mencerdaskan kehidupan bagngsa.

” Spirit Hari Ulang Tahun PGRI dan Guru Nasional diharapkan mampu membagun komitmen setiap guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Beny

Punca peringatan ini juga diwarnai pentas seni semua guru dan siswa. Pentas Seni hanya mau menegaskan bahwa guru ternyata tidak hanya megajar tetapi juga mempunyai kreasi dalam mendidik. (raf)

Comment

Berita Terbaru