oleh

Ketua KPK: Saya Sudah Terbiasa Tak Lebaran dan Mudik

Jakarta, CNN Indonesia — “Lebaran?” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruky (69) ketika ditanya soal momen berharga sekali dalam setahun itu.

Sontak, Ruky tertawa. Pertanyaan tersebut tampaknya cukup menggelitik pria yang kini memegang tampuk kekuasaan di lembaga antirasuah negeri ini.

“Saya sudah terbiasa tidak Lebaran. Mudik? Hampir tidak pernah lagi saya mudik ke Banten,” katanya kepada CNN Indonesia, Rabu (15/7).

Alasannya, kesibukan sebagai pelayan masyarakat yang tidak bisa ditinggal. Ruky kemudian bercerita tentang pengalamannya saat masih menjadi perwira kepolisian.

Berkumpul dengan keluarga di saat 1 Syawal adalah sesuatu yang tidak mungkin bagi dirinya. Pasalnya, polisi justru banyak dibutuhkan saat hari raya.

“Pas Lebaran pasti ada perintah untuk mengawas ke mana-mana. Jujur, saat Lebaran tidak pernah mikir mudik ke rumah orang tua,” ucap Ruky.

Lebaran di rumah bersama istri dan anak pun jarang bisa ia nikmati betul. “Palingan salat bersama. Lalu saya makan, ganti baju dinas, dan kerja lagi ke lapangan,” katanya santai.

Barulah saat momen itu berakhir, Ruky mengambil cuti beberapa hari untuk bertandang ke rumah ayah ibunya. Biasanya, ia mengendarai mobil sendiri untuk pulang ke kampung halaman.

Awalnya, sang istri dan buah hati protes, mengapa sang ayah begitu tidak punya waktu untuk berkumpul bersama di kala Lebaran. Namun, apa daya, tanggung jawab yang dipikul sang ayah pun membuat mereka kebal dan terbiasa.

“Anak-anak sudah biasa tidak bertemu bapaknya ketika malam Lebaran. Istri juga sudah tahu dan terima konsekuensinya,” kata Ruky kemudian tertawa.

Setelah menjabat sebagai ketua KPK, Ruky mengaku waktunya lebih banyak di kala Lebaran dibandingkan ketika menjadi polisi. Namun, tetap saja, ia harus selalu siap siaga dalam situasi genting pemberantasan korupsi di negeri ini.

“Operasi di KPK jalan terus. Hanya pemeriksaan tersangka saja yang kami hentikan. Pegawai juga masih tetap melakukan penyelidikan,” katanya.

Kendati demikian, Ruky mengaku sangat bersyukur karena tahun ini punya kesempatan Lebaran bersama istri, dua anak, serta tiga cucunya. Perayaan Lebaran keluarganya, kata Ruky, sama saja dengan keluarga lainnya. Silahturahmi dan saling memaafkan jadi inti momen ini.

“Seusai Salat Id, makan ketupat dan opor bersama anak, cucu. Setelah itu silaturahmi ke kakak-kakak saya. Barulah saya silaturahmi dengan pimpinan negara. Kalau perlu ke Mabes Polri kalau mereka open house,” kata Ruky.

Makna Lebaran bagi Ruky adalah saatnya mengasah kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kontemplasi dan pengendalian diri, kata Ruky, harus ditingkatkan di saat hari raya.

“Hari raya membuat kita sadar dan ingat untuk bayar zakat dan memperhatikan orang yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Untuk makanan favorit di kala Lebaran, Ruky punya selera berbeda. Di kala yang lainnya mencari opor ayam atau ketupat, Ruky justru ngidam gado-gado, lalapan, dan karedok.

“Selera saya memang agak berbeda dari yang lain,” kata Ruky disusul tawa.

Eks Ketua KPK jilid I (2003-2007) ini lahir di Rangkasbitung, Banten, 18 Mei 1946. Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1971.

Ruky pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort Cianjur (1989-1991), Kepala Kepolisian Resort Tasikmalaya (1991-1992), Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar (1992), dan Kepala Kepolisian Wilayah Malang (1992 1997).

Ruky juga pernah menjabat sabagai anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1992 hingga 1995 dan periode 1997 hingga 1999.

Ia dulu juga merupakan anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia periode 2009 hingga 2013 serta pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Bank Jabar Banten pada 2014 hingga 2015.(sumber CNN)

Komentar