oleh

Kesulitan RKB, DPRD Desak Pemda Flotim Perhatikan SMAN I Adonara Tengah

Guru – guru SMAN I Adonara Tengah megadu ke DPRD Flotim

Adonara, teras-ntt.com — Sejak enam terakhir SMAN I Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur kesukitan ruang belajar siswa. Agar semua siswa bisa mendapatkan pelajar pihak sekolah secara swadaya membangun ruang kelas darurat walau tak layak.

Menyikapi persoalan tersebut pihak sekolah diwakili, Aloysius Boli Rimo, Gabriel Kai Seran dan Thomas Ara Kian Boli mengadu kepada Kadis Pendidikan Bernad Beda Keda, Bupati Anton Gege Hajon dan Wakil Ketua DPRD Flotim Matias Werong Enay serta Ketua Komisi C Muhidin Demon Sabon, Jumat (14/2/2020).

Kepada Mathias Enay dan Demon Sabon, Wakasek bidang kesiswaan, Aloysius Boli Rimo menyampaikan tujuan mereka untuk bertemu wakil rakyat pada komisi yang membidangi pendidikan guna menyampaikan keluhan terkait kekurangan ruang belajar pada SMAN I Adonara Tengah.

” Kehadiran kami hanya meminta tolong perhatikan sekolah kami yang sudah berjalan 6 tahun ini kesulitan ruang belajar,” tegas Boli Rimo

Menurut Boli Rimo, bahwa daya tampung siswa setiap tahun pe rombel terus meningkat sementara kami kesulitan RKB.

” Saat ini kami baru miliki tiga ruang belajar untuk tiga rombel. Sisanya ruang darurat dan pinjam pakai ruang Paroki Lite,” ujarnya.

Ketua Komisi C Demon Sabon menyambut baik aspirasi guru kampung ini dan akan menindaklanjuti.

” Kehadiran para guri ini tidak main – main. Mereka langsung datang ini artinya mereka sangat butuhkan. Jadi kami berupaya melalui Pemda Flotim dan mendesak segera perhatikan SMAN 1 Adonara Tengah,” tegasnya.

Menanggapi terkait SMA / SMK diserahkan ke Provinsi Politisi Partai Gerindra ibi mengatakan, bahwa sekolah atau fasilitas pendidiksn di wilayah Flotim menjadi tanggung jawab bersama.

” Ini panggilan bersama kita untuk gelekat lewo. Dari sekolah ini akan melahirkan pemimpin kita kedepan tidak terlepas dari mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Demikian juga, Matias Werong Enay, bahwa persoalan pendidikan di Flotim termasuk kekurangan sarana prasarana menjadi persoalan serius dan secepat mungkin diatasi.

” Kami bawa aspirasi para guru ini ke Pemda Flotim dan Pemda NTT Dinas Pendidikan melalui DPRD Provinsi.
Tahun ini harus segera diatasi,” tegas Werong Enay.

Pada tempat berbeda, Kepala SMAN Adonara Tengah Maksimus Mamung Gesi, menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD Flotim yang telah menerima perwakilan para guru SMA ini.

” Kami berharap segera pemda Flotim memberikan perhatian serius kepada kami karena kami sangat membutuhkanya,” ujar Mamung Gesi.

Sekolah SMAN 1 Adonara Tengah memiliki fasilitas yang sangat minin dan memprihatinkan. Sekolah ini memiliki tiga ruang kelas permanen, tiga ruang kelas darurat, tiga ruang kelas lainnya menggunakan salah satu gedung milik Paroki Lite.

Menjadi tidak adil bila di satu sisi ada persoalan mendasar seperti sarana dan prasarana masih belum memadai namun di sisi lain pemerintah menargetkan semua sekolah harus mencapai standar penilaian nasional.

” Maka pada kesempatan ini saya meminta Pemerintah untuk memperhatikan sarana dan prasarana untuk sekolah SMAN 1 Adonara Tengah. Permintaan ini beralasan karena tugas untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa salah satunya adalah tugas dari pemerintah. Pemerintah harus menyadari bahwa anak – anak di sekolah tersebut merupakan bagian dari investasi masa depan sebuah bangsa. Mereka juga kelak akan berpartisipasi dalam membangun negeri dan daerah,” pungkasnya.(ara)

Komentar