by

Kepsek dan Stafnya Tertangkap Mesum dalam WC

KEFAMENANU, Terasntt.com –Beberapa kasus asusila di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) cukup mencoreng nama baik dunia pendidikan. Mulai dari tindakan asusila sesama tenaga pendidik, kekerasan seksual terhadap murid di bawah umur hingga kekerasan fisik yang berujung pada proses hukum.

Kini kembali mencuat kasus terbaru di Tualeu, Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah, Oknum Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) setempat WN diduga berbuat mesum dengan seorang bawahannya yang juga guru berinisial YT di dalam Watter Closed (WC).

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa dugaan tersebut benar adanya karena kedua tenaga pendidik ini terkangkap basah suami YT, LU sedang berhubungan badan di dalam WC tak jauh dari kediaman mereka, Minggu (3/7/2016), pukul 24.00 wita.

Sebelumnya LU mencurigai istrinya yang nampak gelisah masuk keluar rumah tengah malam sebanyak dua kali. Ketiga kali ketika istrinya hendak keluar, secara diam – diam LU membuntutinya.

Tak disangka Lu mendapati kedua pasangan selingkuh berada di dalam WC. LU lalu menguping dan mendengar ada desahan dari dalam WC hingga naik pitam dan berusaha membuka pintu WC itu dan ternyata istrinya dengan seorang pria sedang menikmati sex, dia langsung berteriak.

Teriakan LU tersebut membuat panik pasangan selingkuh ini hingga berhamburan keluar tanpa busana dan menabraknya di pintu WC.

Kades Lanaus, Yohanes Sumu yang dikonfirmasi media ini Selasa (5/7/2016) membenarkan adanya kasus tersebut.

“Ada laporan masuk ke kami, pasangan selingkuh ini ditemukan suaminya sementara berhubungan intim dengan Pria Idaman Lain (PIL) di dalam WC pada tengah malam. Sayangnya kedua pasangan ini menyangkal dan mengatakan suami YT tidak punya bukti kuat untuk menuduh mereka. LU, yang menangkap basah istrinya YT dan WN tetap menyangkal saat perkara itu diselesaikan di kantor desa Tualeu pada Rabu (6/7/2016) lalu,” kata Sumu.

Demikian juga Sumu, mengatakan, bahwa Kepsek WN tidak berkutik saat dituding berselingkuh dengan istri LU. Justru istri YT yang bersikeras tak mengakui tuduhan suaminya.

“Kami tidak berbuat apa – apa, saya hanya keluar ke WC dan suami saya tidak punya bukti kuat menuduh saya dengan WN, ungkap YT ditirukan kades Sumu.
Lanjut Kades Sumu,” katanya.

Menurut dia, seharusnya WN marah dan menuntut LU yang telah merusak nama baiknya, tapi kenyataan WN juga tidak berkutik saat terjadi keributan malam itu saat masih di TKP.

Sementara WN mengakui, malam itu ia keluar rumah tetapi bukan untuk menemui bawahannya YT. Melainkan membeli sopi ke tetangga sebelah, namun karena pemilik sopi sudah tertidur ia pun pulang dan berpapasan di depan WC dan tidak ada kejadian lain.

“Malam kemarin, saya ke rumah tetangga untuk membeli sopi. Ternyata pemilik sopi sudah tidur dan saya langsung pulang. Di saat itulah saya bertemu YT di belakang rumahnya namun tidak ada kejadian apapun antara saya dan bawahan saya seperti yang dituduhkan suaminya,” jelas WN ditirukan kades Sumu.

Sementara beberapa warga yang mengetahui kasus itu saat dikonfirmasi mengakui ulah sang kepsek sangat memalukan.

“Di kampung biasanya guru sangat dihormati apalagi seorang kepala sekolah yang dianggap pejabat, ini malah menunjukkan sikap yang tidak terpuji. Diturunkan saja dari jabatannya sebelum ada korban yang lain,” ungkap salah seorang warga Tualeu.

Menurut sumber yang enggan menyebutkan namanya, menyatakan kebiasaan itu sudah sering terjadi hanya saja tak pernah tertangkap basah.

Informasi lain yang berhasil dihimpun media ini, setelah tertangkap basah malam itu, YT langsung mematikan telepon genggamnya, bahkan menghancurkan simcard yang sedang digunakannya.
Diduga YT ingin menghilangkan bukti – bukti kaitan dengan kasus perselingkuhan itu.

“Bantahan kepsek WN hanya ingin membela diri, dia bukan peminum, terus untuk apa dia membeli minuman memabukan di tengah malam? Itu hanya alasan saja untuk menyelamatkan dirinya dari tuduhan suami YT,” ungkap warga itu.

Kepala Dinas PPO, Kolo Donatus saat dikonfirmasi Selasa siang (12/07/2016) mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Saya belum mengetahui kasus itu, belum ada laporan masuk ke saya. Tapi usai dikonfirmasi ini saya langsung menyuruh bidang Tendik untuk menelusuri kasus tersebut untuk ditindaklanjuti segera,” tegasnya.

Kasus tersebut sudah ditangami pihak pemerintah desa, namun pasangan selingkuh tidak mengakui perbuatan mereka dan keduanya tetap dikenai denda adat karena memberi rasa tidak nyaman bagi LU dan keluarganya.

WN membayar denda kepada LU sebesar Rp 5 juta. Sementara YT sebagai pasangan selingkuh WN juga wajib membayar denda Rp 2,5 juta kepada suaminya.

Untuk diketahui bahwa pasangan selingkuh tertangkap basah sementara bermesum ini sama – sama sudah berkeluarga.(dit)

Comment

Berita Terbaru