by

Kenang Bung Karno: NTT Sepakat Bubarkan Ormas Radikalisme

ENDE, Terasntt.com — Pada upacara peringatan hari lahir Pancasila, di Ende, 1 Juni 2017, Pemerintah dan Masyarakat NTT mendeklarisakan menolak keberadaan paham dan organisasi Radikalisme di NTT.

Surat pernyataan tersebut dibacakan oleh tokoh – tokoh Agama di dampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, para Bupati/ Walikota se NTT serta pejabat lainnya di depan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo, ketua komisi IV DPR RI, Fary Francis, Anggota DPR RI dan para undangan lainnnya.

Sebelum pembacaan pernyaaan tersebut, Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, dengan mencermati perkembangan situasi dan kondisi Nasional akhir-akhir ini yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI dan dapat menggangu sendi-sendi kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa, maka pada momentum peringatan hari lahir Pancasila ini, Pemerintah dan Masyarkata NTT telah membulatkan tekadnya untuk menolak keberadaan organisaai radikalisme di Bumi NTT.

” Semoga pernyataan ini, bisa disampikan ke Presiden,” ujar Lebu Raya.

Berikut poin-poin pernyataan Komitmen dan sikap bersama Pemerintah dan Masyarakat NTT.

1. Setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI
2. Mendukung Pemerintah Pusat membubarkan dan melarang organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berideologi lain dan akan mengganti ideologi pancasila seperti HTI, FPI, dan Ormas Radikal lain.
3. Mendukung aparat TNI Polri untuk bertindak tegas terhdap paham, gerakan dan ormas radikal masuk ke NTT sebagaii wujud kehadiran Negara dalam menjaga dan menjamin keamanan serta ketentraman masyarakat.
4. Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mejadikan radikalisme dan terorisme sebagai musuh bersama dengan terus menerus membangun dialog yang jujur dan konstruktif antar seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah.
5. Mendorong Pemerintah pusat agar mengaktifkan lembaga pemantapan ideologi Pancasila dan memasukan ideologi Pancasila dalam kurikulum pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. (raf)

Comment

Berita Terbaru