Home Daerah Kembangkan Pertanian Butuh Terobosan & Kerja Keras  

Kembangkan Pertanian Butuh Terobosan & Kerja Keras  

158
0
SHARE

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskoda dan Bupati Kupang Korinus Masneno panen padi pembenihan
 
Oelamasi, teras-ntt.com — Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan, bahwa untuk mensukseskan pengembangan pertanian di NTT perlu terobosan yang luar biasa dan kerja keras semua pihak. ” Revolusi 5P Pemda Kabupaten Kupang menjadi spirit membuat perubahan dan terobosan pembangunan pada sektor pertanian dan perkebunan,” Viktor saat melakukan panen padi pembenian bersama Bupati Kupang Korinus Masneno di Desa Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, Rabu (12/8/2020).

Hadir pada kegiatan Penen tersebut
Kadis Pertanian Provinsi NTT Lucky F. Koli, Asisten 2 Setda Kabupaten Kupang Jimmy Uli, Kadis Pertanian Kabupaten Kupang Pandapotan Sialagan serta jajaran masing – masing.

Menurutnya Revolusi 5 P menjadi spirit nyata untuk membuat perubahan dan terobosan besar dalam memajukan sektor-sektor pembangunan khususnya dalam bidang pertanian dan perkebunan yang merupakan potensi terbesar yang dimiliki masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“ Saya apresiasi revolusi 5 P Pemkab Kupang, artinya ada keseriusan untuk berkerja di Kabupaten Kupang. Perlu gerakan besar-besaran dari semua stekholder mulai dari bupati dan jajaran, camat, para kades serta masyarakat untuk turun bererja dan meraih hasil sukses,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan pengembangan pertanian di NTT, lanjut VBL, tahun 2021 mendatang Pemrov NTT akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 Miliar untuk mendukung pengembangan pertanian dan perkebunan di NTT.
Menurutnya Anggaran Rp 100 M, bukanlah nilai yang kecil dan kucuran dana tersebut terbesar sepanjang sejarah oleh Pemprov NTT dalam mensukseskan pertanian di NTT.

Gubernur VBL berharap semua elemen mendukung dan siap berkerja keras, kerja nyata guna mensukseskan program pertanian baik persawahan maupun pertanian lainya termasuk program tanam jagung panen sapi.  

Viktor mengakui, bahwa saat ini pengembangan pertanian di NTT masih belum maksimal karena semangat untuk tanam, bahkan dukungan anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah namun sering mengalami gagal panen. Hal tersebut menurutnya merupakan tantangan yang harus di atasi dan perlu dukungan semua pihak termasuk akademisi.

“ Kita punya Undana dan Politani yang mempunyai ilmu bidang pertanian sehingga kita bisa berkerja sama kedepan. Kita harapkan ilmu yang ada dikampus dan dimiliki oleh mahasiswanya dapat diterapkan dengan baik di masyarakat. Kalau bisa sebelum diwisuda, para mahasiswa pertanian harus turun di masyarakat dan melakukan pendampingan di lahan-laha milik masyarakat,” ungkapnya.

Ia yakin dengan semangat dan kesungguhan hati dalam berkerja akan ada hasil yang dituai. Para petanipun dihimbau untuk menanam dan merawat tanaman dengan penuh cinta kasih, bukan hanya berkerja keras tetapi berkerja dengan hati sehingga setiap taburan benih memberikan hasil yang memuaskan.

VBL juga berpesan agar para petani NTT menyiapkan perencanaan pertanian yang baik dan dapat juga mengusulkan kebutuhannya kepada pemerintah untuk dibantu baik dari dana pusat maupun dari daerah.

“Presiden kita cinta masyarakat NTT, silahkan buat perencanaan dan pengusulan kebutuhan yang akan kita sampaikan ke pusat untuk mendapatkqn anggaran bantuan pusat maupun daerah,” tandasnya.

Sementara itu Korinus Masneno dalam sekapur sirihnya menyatakan rasa terima kasih atas dukungan dan motivasi Gubernur NTT untuk memajukan pertanian di NTT khususnya di Kabupaten Kupang.

Menurut Masneno, bahwa pertanian merupakan salah satu bidang dari program revolusi 5 P Pemkab Kupang, yakni berkerja secara revolusioner pada bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pariwisata.

“ Kehadiran Gubernur memberikan semangat dan energi luar biasa untuk kami bangkit dan berkerja lebih serius dan menjadi lebih baik, terima kasih pak Gubernur,” ungkap Bupati Masneno.

Lebih lanjut dijelaskan Masneno, lewat revolusi 5 P besar harapannya agar masyarakat Kabupaten Kupang terus berjuang dan menata kehidupan yang lebih baik.

” Kita tidak bisa duduk dan berpangku tangan dengan kesulitan yang ada, namun harus berjuang, perlu ada langkah pertama untuk menuju maju dan sejahtera. Penting memulai dan melangkahkan kaki pada langkah pertama dan menentukan langkah selanjutnya menuju NTT yang maju dan sejahtera,” tegas Masneno.

Sementara itu pengawas benih tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Nelson Edison Bulan dalam penjelasannya menyatakan luas lahan penanaman benih yang dipanen keseluruhannya seluas 157 Ha dan dipanen menjadi calon benih seluas 73,5 Ha.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskoda dan Bupati Kupang Korinus Masneno panen padi pembenihan

Menurutnya lahan tersebut dikelola Syarifudin sejak tahun 2018 dan berkerja sama dengan 3 kelompok tani Desa Kauniki di antaranya Kelompok tani Sepakat Sakti, Poktan Tekad Maju dan Poktan Puin Mat.

Perbenihan yang diproduksi jelas Nelson telah disertifikasi dan melewati proses pengujian di Laboratorium UPT dan dicetak sesuai dengan stoknya masing-masing. Proses produksi benih dilahan seluas 73,5 Ha direncanakan sebesar 441 ton dengan asumsi produksi 6 ton/hektar.

Setelah dipanen, jelasnya lahan ini akan dilanjutkan dengan penanaman benih jagung guna mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) seluas 50 Ha.(mas)

Berikan Komentar Anda.